Kelebihan Muatan, Boat Getek yang Angkut Pelajar hilang Keseimbangan dan Tenggelam di Sungai Tamiang

Beberapa meter mau sampai, pelajar berebut cepat turun, yang membuat keseimbangan getek tidak stabil sehingga sebagian tenggelam.

Kelebihan Muatan, Boat Getek yang Angkut Pelajar hilang Keseimbangan dan Tenggelam di Sungai Tamiang
IST
Boat getek tenggelam saat menyeberangkan para pelajar di Kecamatan Seruway-Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/3/2018). 

Laporan Muhammad Nasir I Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Getek atau boat sebagai sarana penyeberangan antara Kampung Peukan Seruway, Kecamatan Seruway dan Kampung Rantau Pakam, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang tenggelam saat akan mencapai tepi sungai di Rantau Pakam, Kamis (1/3/2018).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambinews.com, getek tersebut tenggelam karena kelebihan mengangkut penumpang, yang sebagian besar adalah para siswa SMKN Kelautan yang berada di Desa Tanjong Mulia, Kecamatan Bendahara.

Sekretaris Camat Seruway, Cakra Agie kepada Serambinews.com,Kamis (1/3/2018) mengatakan, setiap pagi getek ini dipenuhi siswa SMKN Kelautan yang berasal dari Kecamatan Seruway.

Mereka menyeberang ke Rantau Pakam karena jarak tempuhnya lebih dekat, dibanding mereka melintasi jalan darat dan menyeberang melalui jembatan.

(Baca: Boat Getek Tinggal Kenangan)

(Baca: VIDEO Getek Penyeberangan di Krueng Tingkeum)

(Baca: Kapal Migran Somalia dan Etiopia Ditembaki Saat Menyeberang ke Djibouti, 30 Orang Tenggelam)

Pagi tadi, agar tidak terlambat sekolah, para siswa buru-buru naik getek untuk menyebrang sehingga getek melebihi muatan.

Sementara getek, disebut-sebut ada sedikit bocor sehingga sampai di tengah sungai Tamiang air mulai masuk ke dalam getek, namun tranportasi penyebrangan tradisional ini masih tetap berjalan secara perlahan mengikuti arus sungai Tamiang.

"Tadi pagi karena arus mengalir kencang dari hulu ke hilir, petugas getek tidak menghidupkan mesin geteknya, membiarkan getek mengalir alami," ujar Sekcam Seruway, Cakra Agie mengutip pernyataan pegawainya.

Beberapa meter mau sampai ke pinggir sungai, pelajar ini pun berebut mau cepat turun, yang membuat keseimbangan getek tidak stabil sehingga sebagian tenggelam.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, hanya beberapa kendaraan milik pelajar jatuh ke sungai namun sudah diangkat.

Akibat tenggelamnya getek tersebut, banyak pelajar yang tidak dapat menyeberang lagi, dan harus memutar melalui Simpang Upah dengan jarak belasan kilometer menuju sekolah.(*)

Penulis: Tamiang
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved