SerambiIndonesia/

Oknum Panitera Dituduh Memeras, Humas PT Medan: Kami Belum Bisa Memproses

"Ada disediakan Lembaga Pengaduan. Nanti pimpinan ambil keputusan, baru diturunkan ke Badan Pengawasan,"

Oknum Panitera Dituduh Memeras, Humas PT Medan: Kami Belum Bisa Memproses
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Humas PT Medan, Adi Sutrisno menyarankan keluarga Tabrani membuat laporan tertulis agad dugaan pemerasan yang dilakukan oknum panitera M bisa diproses 

Laporan Rahmad Wiguna | Sumatera Utara

SERAMBINEWS. COM, MEDAN - Humas Pengadilan Tinggi Medan, Adi Sutrisno mengaku kasus dugaan pemerasan yang dituduhkan kepada oknum panitera belum bisa diproses.

Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/3/2018) siang, Adi tidak membantah kalau M memang tercatat sebagai petugas panitera PT Medan.

Tapi dia menjelaskan, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui sebelum memulai sebuah pemeriksaan.

Baca: Keluarga Narapidana Asal Aceh Mengaku Diperas Oknum Panitera PT Medan Rp 300 Juta, Ini Buktinya

Salinan bukti transfer ke rekening M, oknum panitera PT Medan menjadi barang bukti yang dimiliki YARA
Salinan bukti transfer ke rekening M, oknum panitera PT Medan menjadi barang bukti yang dimiliki YARA (SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA)

"Ada tiga Perma (Peraturan Mahkamah Agung) yang mengatur tentang pemeriksaan, jadi kita di sini (PT Medan) tidak bisa ambil sikap sendiri," kata Adi.

Salah satunya ialah harus ada laporan tertulis dari pihak yang dirugikan. Itupun tidak otomatis pemeriksaan dilakukan, karena harus menunggu keputusan MA.

"Ada disediakan Lembaga Pengaduan. Nanti pimpinan ambil keputusan, baru diturunkan ke Badan Pengawasan," jelasnya.

Baca: VIDEO: YARA Laporkan Oknum Jaksa Pemeras ke Kejati Aceh

Salinan bukti transfer ke rekening M, oknum panitera PT Medan menjadi barang bukti yang dimiliki YARA
Salinan bukti transfer ke rekening M, oknum panitera PT Medan menjadi barang bukti yang dimiliki YARA (SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA)

Terpisah, Koordinator YARA Wilayah Aceh, Basri memastikan pihaknya akan melaporkan kasus ini dalam waktu dekat.

"Kami sedang kumpulkan bukti, bulan ini juga kami laporkan," ujar Basri.

Sebelumnya keluarga Tabrani, narapidana asal Aceh mengaku telah diperas oleh M sebesar Rp 300 juta.

Uang ini ditransfer dalam beberapa tahap ke rekening milik M.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help