Anggota DPRK Pijay Sebut Banyak Korban Gempa 'Tercecer', yang bukan Korban Malah Dapat Bantuan Rumah

Ada warga yang rumahnya rusak berat namun tidak masuk dalam pendataan. Sebaliknya, yang bukan korban gempa justru masuk dalam daftar penerima bantuan.

Anggota DPRK Pijay Sebut Banyak Korban Gempa 'Tercecer', yang bukan Korban Malah Dapat Bantuan Rumah
SERAMBINEWS.COM
Foto udara memperlihatkan bangunan yang hancur akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 SR mengguncang Pidie Jaya pada 2016 lalu. 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya akan segera bertemu Pjs Bupati untuk menyampaikan laporan banyaknya korban gempa yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan.

"Sebagai anggota DPRK Pijay, saya harus menyampaikan laporan korban gempa yang luput dari pendataan ke Pjs Bupati agar segera dapat ditindaklanjuti," kata anggota DPRK Pijay, Nazaruddin Ismail SPdI kepada Serambinews.com, Kamis (8/3/2018).

Menurut wakil ketua Komisi B itu, ada warga yang rumahnya rusak berat namun tidak masuk dalam pendataan. Bahkan sebaliknya, yang bukan korban gempa justru masuk dalam daftar penerima bantuan rumah.

(Baca: VIDEO Kisah Korban Gempa Pidie Jaya)

(Baca: Ini Data Terbaru Korban Gempa Pijay, 34 Meninggal Dunia)

(Baca: Ahli Geologi BMKG Temukan Titik Gempa Pijay Berada di Pantai Manohara)

Ini menilai, pendataan korban gempa amburadul sehingga menimbulkan kekecewaan dan masalah baru di masyarakat.

Nazaruddin mencontohkan, empat warga Gampong Keudee, Kecamatan Panteraja yaitu, Razali M Husin dan Rosmiati (rumah rusak sedang) dan Hj Zainabon serta Hamidah Yusuf (rumah rusak berat). Keempat warga ini, menurut Nazaruddin, tidak masuk dalam daftar penerima bantuan.

Padahal surat jaminan dari keuchik setempat yang menyatakan mereka tidak ada tempat tinggal selain rumah berbentuk toko. Tapi tetap saja hingga kini mereka tidka dimasukkan dalam data korban rumah rusak berat dan sedang.

"Semua keluhan masyarakat ini segera kami sampaikan ke Pjs Bupati agar korban yang benar-benar mengalami rusak berat dan sedang mesti dibangun rumah dan sebaliknya yang bukan korban dapat dicoret," katanya.(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help