Wakaf Baitul Asyi

Peusaba Desak Pemerintah Aceh Jaga Tanah Wakaf Aceh di Mekkah

“Pemerintah Aceh diminta serius untuk menjaga aset Aceh di luar Aceh jangan hanya disibukkan dengan APBA dan Pergub saja.

Peusaba Desak Pemerintah Aceh Jaga Tanah Wakaf Aceh di Mekkah
ist
Ketua Peusaba Aceh, Mawardi Usman.

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rencana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Pemerintah Pusat untuk mengelola tanah wakaf Aceh di Mekkah, menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan di Aceh.

Salah satunya dari Lembaga penyelamat sejarah dan budaya Aceh, Peusaba Aceh atau Peubeudoh Sejarah Adat dan Budaya Aceh.

Ketua Peusaba Aceh, Mawardi Usman mengaku terkejut dengan pemberitaan rencana Pemerintah Indonesia melalui BPKH yang telah disampaikan ke Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2018).

“Kita mengingatkan, bahwa tanah wakaf itu telah ada ratusan tahun di Mekkah dan dikelola dengan baik disana,” kata Mawardi Usman.

Baca: Komandan Al-Asyi Kecam Rencana Pemerintah Pusat Kelola Tanah Wakaf Aceh di Mekkah

Selama ini, pengelolaannya sudah cukup baik dan dana wakaf Habib Bugak itu bisa dinikmati oleh jamaah haji asal Aceh.

“Pemerintah Aceh diminta serius untuk menjaga aset Aceh di luar Aceh jangan hanya disibukkan dengan APBA dan Pergub saja. Pemerintah Aceh harus menjaga tanah wakaf Aceh di Mekkah,” kata Mawardi.

Ia juga mengatakan, rencana pengelolaan dan investasi di tanah wakaf Aceh di Mekkah oleh Jakarta, menandakan munculnya ketidakpercayaan terhadap Aceh akibat konflik terbuka antar elite di Aceh selama ini.

“Jangan sampai soal anggaran (APBA) berhasil, namun tanah wakaf Habib Bugak untuk Rakyat Aceh malah hilang dinikmati pihak lain,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Peusaba meminta semua komponen Aceh wajib satu suara menjaga tanah Wakaf Habib Bugak Al Asyi di Mekkah.

“Mari hargai perjuangan indatu kita yang telah bersusah payah memakmurkan Aceh. Janganlah semua peninggalan mereka hilang di zaman kita,” kata Mawardi.

“Kalau hilang semua di zaman kita, seperti batu nisan, kitab, senjata malah terbaru tanah wakaf Habib Bugak, jadilah kita generasi terburuk dalam sejarah Aceh,” tandas Mawardi Usman. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help