Kelompok Musik Totor Bale Sambut Wisatawan di Bur Telege Takengon

Bur Telege adalah salah satu objek wisata di Desa Bale Hakim Bujang, dengan ketinggian 1.440 meter di atas permukaan laut.

Kelompok Musik Totor Bale Sambut Wisatawan di Bur Telege Takengon
IST
Kelompok Musik Totor Bale di Bur Telege, Takengon, Aceh Tengah, Rabu (21/3/2018). 

Laporan Fikar W Eda | Takengon

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Kelompok Musik Totor Bale (KMTB) Takengon, menghibur peserta rapat sinkronisasi dan sosialisasi Balai Pelestarian Nilai Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, saat mengunjungi objek wisata Bur Telege, Takengon, Aceh Tengah, Rabu (21/3/2018).

Peserta rapat berasal dari wilayah kerja Provinsi Sumatera Utara dan Aceh, terdiri atas pejabat instansi budaya dan seniman.

KMTB dengan personel Musripina, Aman Ega, Darwin Sopacua, Zoel Adjie, dan Jundi Bale, menyambut kedatangan rombongan itu dengan sejumlah nyanyian Gayo yang dipadukan dengan pembacaan puisi, dan tari.

"Inilah cara kami menyambut para tamu, dengan nada dan irama," kata Aman Ega, arsitek penata kawasan wisata Bur Telege.

(Baca: Menikmati Sensasi Permadani Melayang di Burni Telege, Aceh Tengah)

Bur Telege adalah salah satu objek wisata yang mulai berkembang, berada di Desa Bale Hakim Bujang, dengan ketinggian 1.440 meter di atas permukaan laut.

Sejak enam bulan terakhir, Bur Telege menjadi salah satu lokasi swafoto yang menarik, dengan latar Danau Laut Tawar dan pemandangan Kota Takengon.

Bur Telege, artinya gunung telaga, dulu berfungsi sebagai tempat penampung air.

Kehadiran Kelompok Musik Totor Bale diharapkan memberi warna lain dari kenikmatan pemandangan alam Bur Telege.

Personel KMTB, Darwin Sopacua mengaku kelompoknya baru terbentuk, meski kiprah masing-masing personel di dunia musik Gayo sudah lama mereka tekuni secara sendiri-sendiri.

Selain Bur Telege, peserta rapat sinkronisasi dan sosialisasi Balai Pelestarian Nilai Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga mengunjungi situs Loyang Mendale, tempat ditemukannya kerangka manusia dan benda budaya purba, dan Loyang Puteri Pukes, yang berisi legeda pengantin menjadi batu.(*)

(Baca: Loyang Sekam, Tempat Persembunyian Sultan Aceh di Tanah Gayo)

(Baca: Objek Wisata Loyang Mendale tak Terurus)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved