MPD: Honor Guru Kontrak Dipungli

Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam Jaminuddin melaporkan adanya praktik

MPD: Honor Guru Kontrak Dipungli
SERAMBI/MUSLIM ARSANI
Ratusan tenaga honorer dari berbagai instansi di lingkup instansi Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah datangi DPRK Bener Meriah. 

SUBULUSSALAM - Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam Jaminuddin melaporkan adanya praktik pungli terhadap honor guru kontrak di daerah itu.

”Kami mendapat laporan adanya indikasi pungli honor guru kontrak,” kata Jaminuddin dalam siaran pers kepada Serambi, Kamis (22/3). Menurut Jaminuddin indikasi pungli tersebut mulai terendus beberapa hari terakhir dengan nilai antara Rp 50.000-Rp 100.000. Dikatakan uang senilai itu diberikan kepada oknum di Dinas Pendidikan setempat dengan dalih sebagai tanda terima kasih.

“Kasus ini kami dapat dari hasil monitoring dan evaluasi MPD ke lapangan selama Februari dan Maret,” tambahnya.

Jaminuddin menegaskan para pelapor meminta namanya tidak disebutkan para guru tenaga kontrak ini takut dipecat. Disebutkan jumlah guru kontrak tersebut sebanyak 214 orang meliputi 37 guru kontrak SMP, 126 guru kontrak SD dan 51 guru K2.

Atas kasus ini, Jaminuddin meminta Kapolres yang baru AKBP Andrianto Argamuda mengusutnya.

“Bayangkan ketika menerima honor guru kontrak yang cuma Rp 350.000, itu pun masih ada informasi dipungli, ini sangat miris. Mereka mengaku ketika kewajiban mereka selalu di tuntut tapi hak mereka selalu terbelakang dan terkadang di pungli. Ini mereka ceritakan dengan derai air mata,” paparnya.

MPD Subulussalam mendesak agar polisi menindak indikasi pungli tersebut karena dapat mempengaruhi kualitas pendidikan di Subulussalam.

Sementara itu menanggapi laporan MPD Subulussalam tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam Irwan Yasin kepada Serambi kemarin mengatakan belum mengetahui adanya pungli terhadap honor para guru kontrak.

”Saya tidak tahu ada pungli tersebut karena saya hanya perintahkan kepada bendahara untuk membayar gaji guru kontrak sesuai dengan aturan yan berlaku,” kata Irwan. Ia mengaku baru dapat kabar dugaan pungli honor guru kontrak itu saat dikonfirmasi wartawan.

Menurut Irwan para guru yang dipungli tidak pernah melaporkan kasus itu kepadanya selaku Kadis Pendidikan. Irwan berjanji akan menindak tegas jika memang terbukti adanya praktik pungli terhadap jerih payah para guru kontrak di Kota Sada Kata itu. Ia akan memanggil bendahara dan orang yang menyerahkan gaji kepada guru kontrak.

“Kalau memang ada anak buah atau staf yang melakukan pungli akan kita ambil tindakan tegas dan uang yang dipungli saya akan suruh kembalikan lagi kepada guru,” pungkas Irwan. (lid)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved