Kakak Beradik di Pidie Didera Gizi Buruk

Kakak beradik bernama Muhammad Rajab (15), Ekayani (16) dan Muhammad Ikram (14) didera gizi buruk

Editor: bakri
Muhammad Rajan (15) ditemani ibunya Anisah (36) warga Gampong Puli, Kecamatan Pidie, Selasa (10/4), dirawat di ruang anak di RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli. Remaja miskin itu mengalami penyakit aneh sehingga postur tubuhnya seperti bocah. SERAMBI/M NAZAR 

SIGLI - Kakak beradik bernama Muhammad Rajab (15), Ekayani (16) dan Muhammad Ikram (14) didera gizi buruk. Ketiga remaja yang hidup sangat kekurangan ityu, tercatat warga Gampong Puli, Kecamatan Pidie.

Seorang penderita gizi buruk bernama Muhammad Rajab, kondisinya kini sudah kritis, sehingga harus dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Di Tiro Sigli. Remaja yatim itu dibawa ke rumah sakit difasilitasi Yayasan Pidie Ceudah. Di rumah sakit tersebut Muhammad Rajab ditemani ibunya Anisah (36).

Amatan Serambi, pertumbuhan fisik Muhammad Rajab telah terganggu, sehingga ia terlihat seperti balita. Ia pun lebih banyak diam dan menangis. Sesekali remaja itu memandang siapa yang datang menjenguknya.

“Dari hasil pemeriksaan, Muhammad Rajab didera giri buruk kronis. Dengan berat badan 11 Kg dan postur tubuh seperti balita akibat gagal tumbuh,” ungkap dr Suriadi SPA, dokter yang menangani Muhammad Rajab di RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli, Rabu (11/4). Muhammad Rajab pun kini masih menggunakan pampers layaknya balita.

Setelah dirawat seminggu di rumah sakit, kini kondisi pasien sedikit membaik. Penanganan yang diberikan yakni penambahan darah dan asupan gizi serta makanan berprotein.

Keuchik Puli, Ardihar, Selasa (10/4) mengatakan bahwa sejak bayi, pertumbuhan Muhammad Rajab tidak seperti anak lainnya.

Selain Muhammad Rajab, dua adiknya juga mengalami kondisi yang sama. Yakni, Muhammad Ikram dan Ekayani. Namun penyakitnya belum separah M Rajab. “Ketiga anak-anak malang ini sudah tidak lagi memiliki ayah. Sedangkan ibunya kurang mampu dalam merawat anak-anaknya. Sehingga sejak kecil, anak-anak ini tak terasuh dengan baik,” kata Ardihar.

Agar kondisi ketiga anak-anak ini bisa membaik, dibutuhkan orang tua asuh, untuk menggantikan peran ibunya yang memiliki kekurangan dalam kemampuan mengasuh anak. “Jika masih dirawat oleh ibunya, perawatan medis terhadap ketiga remaja itu akan sia-sia, karena tidak diikuti dengan upaya pemulihan secara sempurna,” ujar Keuchik Puli, Ardihar.

Irdalisa ASI MPd dari Yayasan Pidie Ceudah, mengatakan pihaknya mengetahui kondisi mengenaskan yang dialami ketiga remaja ini, dari foto-foto di media sosial yang diunggah warga setempat.

Dengan keterbatasan ibunya dalam merawat anak tersebut, berdampak pada pola asuh yang tidak normal dan kondisi ini telah berlangsung lama. “Ada warga yang mengatakan sering melihat ibunya memberi makan ketiga anaknya dengan cara menabur nasi di tanah, dan ketiga anaknya pun kemudian memungut nasi itu untuk dimakan,” katanya.

Perilaku tak biasa dari Anisah dalam memberi makan anak-anaknya ini juga perlu ditindaklanjuti dengan memeriksa kesehatan mental ibunya, untuk kemudian dirawat dan direhabilitasi.(naz)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved