Ibadah Haji 2018

Keppres Biaya Haji Sudah Terbit, Calon Jamaah Haji Diminta Siap-siap Lunasi BPIH

Dalam Keppres tersebut memuat daftar biaya haji masing-masing ebarkasi, termasuk embarkasi Aceh Rp 31.090.010,

Keppres Biaya Haji Sudah Terbit, Calon Jamaah Haji Diminta Siap-siap Lunasi BPIH
AP/Mukhtar Khan
Seorang jemaah haji dari Srinagar, Kashmir, mendapat ciuman perpisahan dari kerabatnya sebelum pergi naik haji (10/8). 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBNEWS.COM, BLANGPIDIE - Keputusan Presiden (Keppres) tentang besaran BPIH tahun 1439 H/2018 M sudah terbit, 10 April 2018.

Dalam Keppres tersebut memuat daftar biaya haji masing-masing ebarkasi, termasuk embarkasi Aceh Rp 31.090.010, yaitu BPIH paling murah dbandingkan 12 ambarkasi lainnya.

Sebab, untuk Indonesia, Aceh yang paling dekat dengan Arab Saudi.

Pasca terbit Keppres
Tersebut, Kepala Kankemenag Abdya, Drs H Arijal MSi minta Calon Jamaah Haji (CJH) setempat untuk siap-siap melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap pertama 2018.

“Dalam beberapa hari ini, keluar KMA (Keputusan Menteri Agama) dan Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang mengatur jadwal pelunasan BPIH. Calon jamaah kita minta siap-siap karena petunjuk teknis pelunasan biaya haji terbit dalam beberapa hari ini,” kata Arijal menjawab Serambinews.com, Kamis (12/4/2018).

Sebelumnya, Arijal menjelaskan, sebanyak 85 CJH Kabupaten Abdya diumumkan bisa melunasi BPIH tahap pertama 2018. Tapi, satu diantaranya terancam tidak bisa melunasi karena hingga sekarang ini belum melakukan uji kesehatan sehingga belum memiliki sertifikat istitha’a dari Dinas Kesehatan setempat.

Sedangkan 84 CJH lainnya sudah memperoleh sertifikat, setelah lulus uji kesehatan dilaksanakan Dinas Kesehatan Abdya pada tahap Pertama Februari dan tahap kedua Maret lalu. Mereka dilaporkan sangat siap melakukan pelunasan BPIH tahap I bila telah dibuka jadwal pelunasan oleh pemerintah.

Kepala Kankemenag Abdya, Arijal , didampingi Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Muhammad Yatim MA menjelaskan, satu CJH yang belum memiliki sertifikat istitha’a itu adalah Azhar, warga Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot. “Yang bersangkutan belum bisa mengikuti tes/uji kesehatan karena sakit, malah sudah berubat ke luar negeri,” kata M Yatim.
Sebanyak 84 CJH yang sudah lulus uji kesehatan, kemudian diberikan sertifikat istitha’a terdiri dari 30 laki-laki dan 54 perempuan. Dibandingkan, jumlah CJH tahun 2017 lalu sebanyak 89 orang, maka CJH Abdya tahun ini menurut sedikit atau turun sebanyak empat orang.(*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help