Proyek APBA 2018

Kontrak Proyek 2018 Senilai Rp 727,9 M Diteken, Irwandi Yusuf Beberkan Kebiasaan Buruk Kontraktor

Kebiasaan buruk sejumlah rekanan selama ini, antara lain setelah menarik uang muka sebesar 20 persen, proyeknya dijual kepada pihak ketiga.

Kontrak Proyek 2018 Senilai Rp 727,9 M Diteken, Irwandi Yusuf Beberkan Kebiasaan Buruk Kontraktor
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Gubernur Irwandi Yusuf bersama Sekda dan Asisten II Setda Aceh. 

Laporan Herianto | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melakukan penandatanganan kontrak 624 proyek tahap I Pergub APBA senilai Rp 727,9 miliar, Jumat (11/5/2018).

Prosesi penandatangan kontrak kerja proyek tersebut berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, dipimpin langsung Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Teken kontrak proyek tersebut dilakukan 46 hari pasca-pengesahan Pergub APBA 2018.

Paket yang dikontrakkan tersebut, termasuk paket proyek pelelangan secara elektronic atau E-catalog, sebanyak 90 paket dengan nilai Rp 167,25 miliar.

(Baca: Didukung KSPI Jadi Calon Presiden 2019, Ini Dia 10 Poin Kontrak Politik Buruh yang Disetujui Prabowo)

(Baca: Indonesia Kembali Mengaum Sebagai Macan Asia, Ini 3 Proyek Pertahanan Strategisnya)

(Baca: Jokowi Coret 14 Proyek dari Daftar Proyek Strategis Nasional, Ini Rinciannya)

Acara penandatanganan kontrak secara masal itu dihadiri Wakil Gubernur, Nova Iriansyah, Sekda Aceh, Dermawan, para Asisten, Pangdam IM, para Bupati/Wali Kota, anggota Muspida, kepala SKPA, KPA dan para rekanan pemenang tender.

Dalam pidatonya, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mengingatkan para kontraktor yang sudah melakukan penandatangan kontrak proyek Pergub APBA 2018 tersebut.

Irwandi Yusuf meminta rekanan amanah dan jujur, serta menyelesaikan proyek tepat pada waktunya dan berkualitas.

Pada kesempatan itu, Irwandi Yusuf juga menyebutkan kebiasaan buruk para rekanan.

(Baca: Untuk Biaya Hiburan Malam Auditor BPK, PT Jasa Marga dan Rekanan Habiskan Rp 107 Juta)

(Baca: Tidak Terbukti Korupsi, Hakim Pengadilan Tinggi Bebaskan Rekanan Kasus Damkar Rp 17,5 M)

(Baca: Irwandi Bertanya ke Kontraktor: Ada tidak Pejabat Minta Fee Proyek?)

Menurut Irwandi, kebiasaan buruk yang sering dilakukan sejumlah rekanan selama ini, antara lain setelah menarik uang muka sebesar 20 persen, proyeknya dijual kepada pihak ketiga.

"Kalau kasus seperti ini nanti terjadi dan proyeknya tidak selesai, yang kita berikan sanksi black list bukan hanya perusahaannya, tapi orangnya juga. Selama dua tahun tak boleh ikut tender bebas. Tujuannya untuk memberikan efek jera," kata Irwandi Yusuf.

Sedangkan kepada jajaran SKPA dan ULP/Pokja, Gubernur Aceh meminta untuk mengingatkan stamina kerja, dan meminta seluruh tahapan pengadaan barang/jasa harus tuntas akhir Juni 2018. Setelah itu langsung mempersiapkan paket proyek tahap II.

(Baca: REKAMAN - Beredar Percakapan Menteri Rini Dengan Dirut PLN Diduga Bahas Fee Proyek, BUMN Membantah)

(Baca: Berangkat ke China, Luhut Bawa dan Tawarkan 15 Proyek ke Negeri Tirai Bambu)

(Baca: Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Asisten I Setdakab Aceh Besar Meninggal Saat Sujud Shalat Isya)

Irwandi juga meminta tim selalu solid, menjaga integritas, transparan, akuntabel dan bekerja dengan ikhlas, jujur tanpa atau tidak menerima pemberian, gratifikasi, atau yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan "hana fee" .

"Ini untuk merawat dan menuju siratalmustaqim di akhirat kelak setelah meninggal dunia,” demikian Irwandi Yusuf.(*)

Penulis: Herianto
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved