Gas Bersubsidi Langka di Subulussalam, Kalaupun Ada Harganya Sangat Mahal

Menurut Andong, mereka kesulitan menemukan gas bersubsidi dan kalau pun ada harganya sangat mahal.

Gas Bersubsidi Langka di Subulussalam, Kalaupun Ada Harganya Sangat Mahal
Masyarakat seputaran Kecamatan Blangpidie dan Susoh memadati operasi pasar gas elpiji 3 kg yang dilaksanakan oleh Disperindagkop Abdya dan Pertamina, di kawasan jalan Sentral, Kecamatan Blangpidie, Sabtu (2/7). Operasi pasar ini, dilakukan terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg sejak sepekan terakhir. SERAMBI/RAHMAT SAPUTRA 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Dua hari sebelum puasa, masyarakat Subulussalam dicekcoki persoalan ketersediaan gas bersubsidi atau gas melon.

"Ada pun harganya mahal, sampai Rp 35.000 per tabung," kata Andong, salah seorang warga kepada Serambinews.com Rabu (16/5/2018).

Menurut Andong, mereka kesulitan menemukan gas bersubsidi dan kalau pun ada harganya sangat mahal.

Baca: Hebat, Untuk Pertama Kali, Putra Subulussalam Jadi Duta Paskibraka Nasional

Bahkan, Andong sendiri membeli gas bersubsidi senilai Rp 35.000.

Padahal harga normal biasa hanya Rp 22.000 -24.000.

"Harga gas di Subulussalam, tempat kami sampai Rp 35.000 lo," ujar Andong.

Baca: Sedang Hamil Tempuh Perjalanan Jauh Demi Mengajar, Tapi Honor Guru Kontrak Subulussalam Dipotong

Soal kelangkaan gas bersubsidi banyak dikeluhkan warga Subulussalam.

Bahkan memposting di facebook, seperti Dharmawati Daulay, Diana dan lainnya.

Warga memposting di facebook terkait gas bersubsidi menanyakan di mana warung yang ada menyediakan gas terkait.(*)

Penulis: Khalidin
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help