Germo Prostitusi Online ke Jaksa

Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh

Germo Prostitusi Online ke Jaksa
Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto SH didampingi Kasat Reskrim AKP M Taufiq memperlihatkan dua tersangka prostitusi online, yaitu germo bernama MRS alias Andre dan seorang perempuan Ay, saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh menyerahkan M Royan Sahputra alias Andre (28), germo prostitusi online yang ditangkap di sebuah hotel di Jalan Soekarno-Hatta, Aceh Besar, Rabu malam, 23 Maret 2018, ke jaksa.

Selain Andre, sapaan akrab untuk pria asal Tanjungpura Langkat, Sumut itu, penyidik juga menyerahkan Herimaini alias Ayu (24), seorang wanita asal Simeulue yang turut diamankan malam itu.

Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto SH melalui Kasat Reskrim AKP M Taufiq SIK, menjelaskan penyerahan kedua tersangka dilakukan Rabu (9/5) sekitar pukul 15.00 WIB dan diterima oleh Jaksa Muhadir dari Kejari Jantho, Aceh Besar. Kedua tersangka, Andre dan Ayu diserahkan oleh Kanit PPA, Ipda Septia Intan Putri STK beserta sejumlah penyidik dari Unit PPA Polresta Banda Aceh.

“Di samping tersangka Andre dan Ayu, penyidik juga ikut menyerahkan barang bukti yang ikut diamankan malam itu, pada saat penangkapan Andre sang muncikari dan Ayu,” kata Taufiq, kepada Serambi, Selasa (15/5).

Dari sejumlah barang bukti itu, di antaranya uang Rp 4 juta (uang tarif untuk dua wanita yang dipesan saat itu). Juga diserahkan tiga unit Hp milik kedua tersangka serta sepeda motor (sepmor) Honda Beat BL 5726 WBD yang digunakan oleh Andre pada saat menjemput Ayu dan membawanya ke hotel di Kecamatan Darul Imarah itu. “Kini kedua tersangka telah menjadi tahanan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan menunggu proses persidangan,” ungkapnya.

AKP Taufiq kembali menjelaskan dalam pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan muncikari atas nama Andre beserta sejumlah ‘jaringan’ wanita binaanya itu membutuhkan waktu penyelidikan kurang lebih dua bulan, hingga akhirnya penyidik menyusun rencana dalam misi undercover.

Rencana itu pun membuahkan hasil, sehingga sang germo masuk dalam perangkap saat petugas yang menyamar untuk memesan para wanita asuhan Andre itu terlibat chat dengan tersangka via WhatsApp.

Lalu kesepakatan tarif pun disepakati antara germo Andre dan polisi yang menyamar, dengan rincian untuk satu wanita itu dibandrol Rp 2 juta.

Anggota polisi yang menyamar menyebutkan ingin memesan dua wanita, sehingga Andre pun mengirim sejumlah foto para wanita diduga PSK itu untuk dipilih dan selanjutnya diantar ke hotel, setelah tarif Rp 4 juta untuk wanita disepakati.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help