Warga Aceh Meninggal di Penjara Kajang Malaysia, Jenazahnya Dibawa Pulang Setelah 19 Hari di RS

Jenazahnya baru bisa dibawa pulang ke Aceh, setelah 19 hari berada di kamar jenazah salah satu rumah sakit di Malaysia.

Warga Aceh Meninggal di Penjara Kajang Malaysia, Jenazahnya Dibawa Pulang Setelah 19 Hari di RS
IST
Abu Saba (kiri) menjemput Jenazah Muzakkir di Rumah Sakit Kajang, Malaysia, Rabu (16/5/2018). 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Kabar duka kembali datang dari para perantau asal Aceh di Malaysia.

Seorang warga asal Kabupaten Aceh Utara, dikabarkan meninggal dunia di penjara Kajang, Selangor, Malaysia.

Sedihnya, jenazahnya baru bisa dibawa pulang ke Aceh, setelah 19 hari berada di kamar jenazah salah satu rumah sakit di Malaysia.

“Informasi ini diperoleh dari Abu Saba, Ketua Kesatuan Aneuk Nanggroe Aceh (KANA), sebuah komunitas warga Aceh di Malaysia pada Rabu malam, 16 Mei 2018,” tulis Muhammad Daud, staf ahli anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman (Haji Uma) dalam rilis kepada Serambinews.com, Kamis (17/5/2018).

(Baca: Gegerkan Umat Muslim Dunia, Ini Pesan Ramadhan Donald Trump, Apa Isinya?)

Berdasarkan keterangan Abu Saba, warga yang diidentifikasi bernama Muzakkir (43 tahun), warga Gampong Bluka Teubai, Dewantara Kabupaten Aceh Utara, meninggal dunia akibat penyakit asma.

Menurut Abu Saba, informasi meninggalnya Muzakkir diperoleh dari dokter di sebuah rumah sakit Malaysia yang mengabarinya bahwa ada warga Aceh tanpa dokumen yang meninggal dunia akibat penyakit asma, Sabtu (28/4/2018).

“Almarhum meninggal pada tanggal 28 April 2018, dalam perjalanan dari penjara ke rumah sakit di Kajang Malaysia,” kata Abu Saba, sebagaimana dikutip Muhammad Daud.

Atas informasi tersebut, Abu Saba mencoba menelusurinya dengan mendatangi rumah sakit dan penjara tersebut.

Hasilnya, Abu Saba menemukan jasad warga Aceh atas nama Muzakkir di sana.

Menurut otoritas penjara, bahwa tidak ada pihak keluarga yang dapat dihubungi, karena tidak ada dokumen yang dimiliki oleh almarhum Muzakkir.

Halaman
12
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help