Mahasiswa Aceh Jadi Imam Tarawih di Mesir

Setiap tahun saat Ramadhan, selalu muncul kisah pemuda Aceh yang menjadi imam maupun pendakwah

Mahasiswa Aceh Jadi Imam Tarawih di Mesir
RAHMAD SETIAWAN, Mahasiswa Aceh di Kairo

BANDA ACEH - Setiap tahun saat Ramadhan, selalu muncul kisah pemuda Aceh yang menjadi imam maupun pendakwah di berbagai masjid di luar negeri. Salah satunya kisah Muhammad Rahmad Setiawan, mahasiswa Aceh yang dipercayakan sebagai imam tarawih di Masjid Ahmady, Kawasan Kawasan Mathariyah, Kairo, Mesir.

Rahmad Setiawan saat ini tercatat sebagai mahasiswa urusan Ushuludin di Universitas Al Azhar Kairo. Ini merupakan tahun keduanya menjadi imam di negara Afrika Utara tersebut.

“Ini juga menjadi Ramadhan kedua saya menjadi imam taraweh di masjid Ahmady, kawasan mathariyyah Kairo. Tahun ini saya tidak lagi gugup saat berkhidmat untuk masyarakat Arab, karena sudah belajar saat menjadi imam tahun lalu di masjid ini,” ujar Rahmad kepada Serambi, Selasa (22/5).

Alumni Pesantren Al Munjiya Aceh Selatan dan Pesantren Sulaimaniyah Sumatera Utara ini menceritakan, yang menjadi tantangan baginya tahun ini adalah cuaca di mesir yang terus berubah-ubah. Sehingga ia harus menjaga suara dan badan tetap dalam kondisi prima.

“Awalnya saya meminta ditangguhkan, supaya tidak jadi imam, karena ingin berlebaran dengan keluarga di Aceh. Tapi niat itu saya urung setelah melihat para syuyukh (syekh) mesir dengan senang hati berkunjung ke Aceh untuk jadi imam tarawih,” ujarnya.

Selain itu, kata Rahmad, antusias masyarakat Mathariyyah menyambutnya juga menjadi penyemangat baginya untuk terus berkhidmat. Berbaur dengan masyarakat setempat juga menjadikan dirinya menemukan keunikan dalam perbedaan antara masyarakat Mesir dan Indonesia.

“Mengikuti pengajian bersama hingga ifthar jama’i membuat mereka sudah seperti keluarga saya sendiri,” ujar Rahmad.

Rahmad yang sudah dua tahun tinggal di Mesir ini, mengajak kepada umat Islam, terutama pemuda, supaya terus menerbar kebaikan dan berkhidmat kepada agama Islam dengan kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing orang.

“Karena kita tidak pernah tau amalan apa yang mendatangkan ridha-Nya dan ibadah apa yang menghantarkan kita ke Surga. Teruslah menebar inspirasi, karena boleh jadi sebab kita menjadi washilah, seseorang mendapat hidayah,” tandas Rahmad Setiawan.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help