Tiba di Suriah, 1.000 Ton Beras Aceh Langsung Dibagikan kepada 35 Ribu Keluarga

“Target distribusinya menyasar hingga ke komunitas-komunitas pengungsian Suriah yang paling membutuhkan,” kata Ronio.

Tiba di Suriah, 1.000 Ton Beras Aceh Langsung Dibagikan kepada 35 Ribu Keluarga
IST
Iring-iringan truk yang mengangkut seribu ton beras bantuan Indonesia yang digalang ACT, memasuki wilayah Suriah. 

Laporan Rahmad Wiguna | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN – Seribu ton beras yang dikumpulkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dari para petani di Aceh tiba di Pelabuhan Assan, Kota Iskenderun, Provinsi Hatay, Turki, Senin (21/5/2018).

Kepala Cabang ACT Sumatera Utara, Ronio Marantika, Kamis (24/5/2018) mengatakan, beras tersebut langsung disalurkan kepada para pengungsi Suriah dengan melibatkan mitra ACT di Turki dan Suriah.

“Target distribusinya menyasar hingga ke komunitas-komunitas pengungsian Suriah yang paling membutuhkan,” kata Ronio.

Dijelaskannya, 1.000 ton beras ini dibagi dalam dua agenda distribusi. Lima ratus ton pertama beras akan dikirimkan langsung ke dalam Suriah dengan wilayah distribusinya meliputi Aleppo, Hama, dan paling besar di Idlib.

(Baca: Israel Serang Suriah, 28 Jet Tempur Dikerahkan dan Tembakkan 70 Misil ke Berbagai Sasaran)

(Baca: Pasukan Suriah Klaim Dua Markas Militernya Diserang Rudal, Begini Dampaknya)

(Baca: Pemerintah Arab Saudi Sumbang Rp 1,3 Triliun untuk Bantuan Kemanusiaan di Suriah)

Kemudian 500 ton beras sisanya disimpan di Indonesia Humanitarian Center, gudang kemanusiaan milik Indonesia di Kota Reyhanli, untuk kemudian dibawa ke komunitas pengungsi di sepanjang perbatasan Suriah dan Turki.

“Insya Allah beras-beras ini cukup untuk 35 ribu kepala keluarga,” jelas Ronio.

Beras ini dikumpulkan ACT dari para petani Aceh sejak Januari. ACT menghimpun lima ribu petani di sembilan kabupaten Aceh yang mengelola 345 hektare lahan pertanian.

Pelepasan kapal yang mengangkut beras ini dilakukan di Pelabuhan Belawan, Medan pada 21 April, dan disaksikan sejumlah menteri dan Gubernur Sumut HT Erry Nuradi.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help