Perang Dagang Kembali Memanas, AS Mengancam, China Siap Membalas

China menegaskan, siap melawan untuk melindungi kepentingan negaranya.

Perang Dagang Kembali Memanas, AS Mengancam, China Siap Membalas
Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, berbicara dalam forum ekonomi. Keduanya menyepakati perdagangan senilai 250 miliar dolar AS atau Rp 3.379 triliun (9/11/2017).(Fred Dufour/AFP) 

SERAMBINEWS.COM - Hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas.

Washington mengumumkan pada Selasa (29/5/2018) waktu setempat, akan tetap menjatuhkan tarif baru tinggi pada produk China senilai US$ 50 miliar.

Kecuali Beijing mau menangani masalah pencurian hak intelektual produk AS. 

Baca: Isu Perang Dagang Membuat Nilai Tukar Rupiah Masih Tertekan

Gedung Putih juga mengumumkan akan tetap menahan investasi perusahaan China di AS, dan mengendalikan barang ekspor ke Negeri Tirai Bambu.

Seperti dikutip dari Reuters, detail tarif final akan dipublikasikan pada 15 Juni.

Sedangkan pengendalian investasi dan ekspor akan diumumkan pada 30 Juni.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memang berniat mempertahankan daftar tarif baru atas impor produk China, sampai kedua negara berhasil mengurangi surplus perdagangan US$ 375 miliar yang dinikmati China.

Baca: George Soros Peringatkan Krisis Finansial Besar Akan Terjadi, Negara Mana yang Terancam?

AS ingin surplus tersebut terpangkas sebesar US$ 200 miliar dalam dua tahun. 

Kementerian Perdagangan China, seperti dikutip dari media Xinhua hari ini, mengaku terkejut dengan keputusan AS, lantaran berkebalikan dengan konsensus yang sudah dibicarakan belakangan ini. 

China menegaskan, siap melawan untuk melindungi kepentingan negaranya. 

Baca: 5 Truk Angkut Uang Najib Razak, Dihitung 22 Petugas Bank Selama 3 Hari, Ada 400 Tas Mewah

"Sikap China, selalu, kami tidak mau berkelahi, tapi, kami juga tidak takut berkelahi," seperti ditulis Xinhua, Rabu (30/5/2018).

Disebutkan, China tetap akan mengedepankan dialog dengan delegasi AS.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross pekan ini akan mengunjungi Beijing untuk mencari kesepakatan ekspor dengan China.(Kontan.co.id/Sanny Cicilia)

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help