Jalur Aceh-Medan Aman Dilintas Truk

Akses lalu lintas Aceh-Medan, Sumatera Utara via barat selatan maupun sebaliknya dipastikan aman

Jalur Aceh-Medan  Aman Dilintas Truk
Antre di Pelabuhan Labuhan Haji
Puluhan truk angkutan barang antre di Pelabuhan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan, menunggu giliran diberangkatkan dengan KMP Labuhan Haji menuju Sinabang, Kabupaten Simeulue, Jumat (5/6). SERAMBI/ZAINUN YUSUF 

SUBULUSSALAM - Akses lalu lintas Aceh-Medan, Sumatera Utara via barat selatan maupun sebaliknya dipastikan aman dilalui pasca putusnya jalan nasional di Simpang Lae Merempat, Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTUJ), Pakpak Bharat pekan lalu.

“Sekarang sudah aman, mudah-mudahan tidak ada bencana lagi,” kata Kasat Lantas Polres Pakpak Barat Iptu R Simarmata kepada Serambi, Jumat (1/6).

Menurut Kasatlantas sejauh ini arus lalu lintas sepanjang Kabupaten Pakpak Bharat belum ada kendala. Meski demikian, para pengendara diminta untuk tetap waspada. Dikatakan, walau jalan yang putus sudah diperbaiki dengan pemasangan jembatan bailey, namun ada batasan tonase.

Batasan tersebut agar struktur jembatan dan jalan tetap aman dilalui mengingat jalur ini sangat vital. Sesuai petunjuk pihak Dinas Pekerjaan Umum, kata Kasatlantas Iptu Simarmata, maksimal truk yang bisa melintas di jembatan Bailey Buluh Didi 20 ton. Dengan demikian, untuk kendaraan truk tronton dan sejenisnya tidak bisa melintas. Bahkan, truk tronton tanki Crude Palm Oil (CPO) juga tidak bisa melintas kecuali jenis engkel.

”Karena itu posisi kedua sisi jembatan rawan amblas kalau dipaksakan tronton terus melintas,” ujar Iptu. Ia mengimbau pengguna jalan untuk tidak memaksakan kendaraan truk berkapasitas lebih 20 ton melintas agar tetap terjaga ketahanan jembatan. Apalagi, jalan Pakpak Bharat-Aceh menjadi jalur mudik.(lid)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help