Dua Komisioner KIP Subulussalam Dilaporkan ke DKPP, Warga Temukan Adanya Pelanggaran

Pelapornya, Heri Muliadi dan Ramadianto Kombih, warga Subulussalam. Laporan itu diregistrasi dengan nomor: 157/I-P/L-DKPP/2018, tanggal 8 Juni 2018.

Dua Komisioner KIP Subulussalam Dilaporkan ke DKPP, Warga Temukan Adanya Pelanggaran
DOK SERAMBINEWS.COM
Logo KIP 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Dua Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Subulussalam periode 2018-2023 yang baru dilantik, Yahya dan Arman Bako, dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan (DKPP) RI, karena diduga melanggar kode etik.

Pelapornya adalah Heri Muliadi dan Ramadianto Kombih, warga Subulussalam.

Laporan keduanya diregistrasi dengan nomor: 157/I-P/L-DKPP/2018, tanggal 8 Juni 2018.

"Kami menemukan bukti kuat komisioner KIP Subulussalam melanggar kode etik," kata Heri Muliadi didampingi Ramadianto Kombih di Jakarta, Jumat (8/6/2018) malam.

Baca: Polemik Pelantikan Anggota KIP Aceh, Akademisi: DPRA-Gubernur Jangan Egois Lah

Komisoner KIP Subulussalam, Yahya dan Arman Bako bersama tiga komisoner KIP lainnya, Asmiadi SKM, Shofyodin, dan Sahatta, dilantik oleh Walikota Subulussalam, Merah Sakti, di Kantor Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, Rabu (30/5/2018) lalu.

Baca: Wali Kota Merah Sakti Lantik Komisoner KIP Subulussalam di Kantor Perwakilan Aceh Jakarta

Mereka dilantik berdasarkan SK KPU No: 412/SDM.13-Kpt/05/KPU/V/2018, tanggal 25 Mei 2018.

Sementara itu secara terpisah, Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Subulussalam, Alqudri, mengapresiasi langkah warga yang berani mengadukan komisioner KIP terpilih.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help