Data Rahasia Misil Supersonik Kapal Selam AS Dicuri Hacker China, Sedang Diselidiki Pihak AL dan FBI

Data yang dicuri tersebut termasuk rencana untuk misil supersonik anti-kapal yang diluncurkan dari kapal selam.

Data Rahasia Misil Supersonik Kapal Selam AS Dicuri Hacker China, Sedang Diselidiki Pihak AL dan FBI
USS Mississippi milik angkatan laut AS merapat di dermaga pulau Jeju, Korea Selatan, Rabu (22/11/2017).(US Navy photo via Express.co.uk) 

SERAMBINEWS.COM - Peretas asal China disebut telah mencuri data sensitif dari komputer milik seorang kontraktor Angkatan Laut AS.

Data yang dicuri tersebut termasuk rencana untuk misil supersonik anti-kapal yang diluncurkan dari kapal selam.

Menurut sumber Washington Post dari pejabat AS yang dirahasiakan identitasnya, insiden peretasan tersebut diduga terjadi antara bulan Januari dan Februari.

Penyelidikan saat ini tengah dilakukan dengan dipimpin langsung oleh Angkatan Laut AS bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal (FBI).

Baca: Seorang Wanita Dipaksa Melahirkan di Kantor Polisi tanpa Bidan, Sudah Memohon Dibawa ke RS

Tindakan peretasan tersebut diyakini menimpa kontraktor yang bekerja untuk Pusat Peperangan Kapal Selam Bawah Laut di Rhode Island.

Dilansir dari The Telegraph, materi yang dicuri meliputi data sebesar 614 gigabit yang berkaitan dengan sebuah proyek dengan nama "Sea Dragon".

Data tersebut mencakup informasi mengenai sinyal, data sensor, informasi ruang radio kapal selam terkait sistem kriptografi dan data kepustakaan perang elektronik unit pengembangan kapal selam Angkatan Laut.

Baca: 40 Pasukan Komando AS Diserang 500 Pasukan Suriah dan Tentara Bayaran Rusia, Berapa Korban Tewas?

Sejumlah data lain yang turut dicuri tidak diungkap oleh media berdasar kesepakatan dengan Angkatan Laut AS, karena pengungkapan informasi tersebut berdampak pada keamanan nasional.

"Data yang dicuri tersebut sangat sensitif meski disimpan dalam jaringan tak terklasifikasi milik kontraktor," kata sumber pejabat AS dikutip surat kabar tersebut.

Angkatan Laut AS menolak berkomentar mengenai kasus ini.

Baca: Korea Utara Hancurkan Fasilitas Uji Coba Rudal, Terungkap Dari Hasil Analisis Citra Satelit

Mereka hanya menyatakan, sesuai dengan peraturan federal, ada langkah-langkah yang harus diambil perusahaan dengan menginformasikan kepada pemerintah saat terjadi insiden siber.

Sementara dari Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington mengatakan, Pemerintah China tidak mengetahui tentang laporan peretasan.

Meski demikian, ditambahkannya, Pemerintah China secara tegas menjunjung keamanan dunia maya dan menentang sekaligus memerangi segala bentuk serangan di dunia maya sesuai hukum yang berlaku.(*)

Baca: Tolak Ajakan Minum Miras, Anggota TNI Dikeroyok dan Ditusuk, Meninggal di Rumah Sakit

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: "Hacker" China Diduga Curi Data Misil Supersonik Kapal Selam AS"

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help