Forum Jurnalis Lingkungan Minta Polisi Buru Pembantai Gajah Jinak Bunta di CRU Serbajadi Aceh Timur

Gajah itu selama ini cukup berjasa membantu menghalau gajah liar agar tidak masuk ke kebun warga dan mencegah konflik satwa dengan masyarakat.

Forum Jurnalis Lingkungan Minta Polisi Buru Pembantai Gajah Jinak Bunta di CRU Serbajadi Aceh Timur
IST
Petugas dari Polres Aceh Timur melakukan identifikasi terhadap bangkai gajah di CRU Serbajadi, Aceh Timur, Sabtu (9/6/2018). 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) mengutuk pelaku pembantai gajah jinak jantan di Conservasi Respon Unit (CRU) Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur beberapa hari lalu.

FJL meminta kepolisian mengusut tuntas dan menangkap pelaku yang tega membunuh gajah jinak jantan tersebut.

Gajah itu selama ini cukup berjasa membantu menghalau gajah liar agar tidak masuk ke kebun warga dan mencegah konflik satwa dengan masyarakat setempat.

Gajah jinak jantan itu mati mengenaskan dengan satu gadingnya hilang dan terdapat luka besar yang menganga di bagian muka.

"Kuat dugaan, luka itu akibat pengambilan gading secara paksa menggunakan senjata tajam,” kata Koordinator FJL, Retno Sagito dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Minggu (10/6/2018).

Baca: Banyak Cerita Tentangnya, Kematian Gajah Jinak Bunta di CRU Serbajadi Sisakan Kesedihan dan Duka

Menurut Retno, para pelaku tergolong nekat dan seakan-akan memberi sinyal dan pesan berani melawan aparat hukum yang sedang gencar-gencarnya melakukan upaya persuasif terkait penggulangan kejahatan terkait satwa liar yang dilindungi.

“Pembantaian gajah jinak jantan di CRU Serbajadi itu merupakan preseden buruk terkait tata kelola dan pemanfaat gajah jinak yang seharusnya dapat membantu masyarakat dalam menangkal konflik satwa. Malah menjadi target pemburu gading gajah,” sebutnya.

Karena itu, Retno kembali menegaskan bahwa FJL meminta Pemerintah Aceh dan kepolisian serius menuntaskan permasalahan itu dengan memburu para pembantai gajah dan menjatuhi hukuman yang maksimal, agar menjadi efek jera bagi para pelaku sekaligus pembelajaran bagi pemburu satwa liar lainnya.(*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help