Malaysia

Demi Bayar Utang Negara, Raja Malaysia Minta Gaji dan Tunjangannya Dipotong 10 Persen

Sehingga dia meminta agar gaji dan tunjangannya dipotong 10 persen hingga masa jabatannya berakhir pada 2021.

Demi Bayar Utang Negara, Raja Malaysia Minta Gaji  dan Tunjangannya Dipotong 10 Persen
YANG Dipertuan Agong Malaysia, Sultan Muhammad V 

SERAMBINEWS.COM - KELAPA negara Malaysia, Sultan Muhammad V, mengaku amat prihatin dengan besarnya utang negeri itu.

Sehingga dia meminta agar gaji dan tunjangannya dipotong 10 persen hingga masa jabatannya berakhir pada 2021.

Bendahara istana Wan Ahmad Dahlan Ab Aziz, Selasa (12/6/2018), menyampaikan keinginan Sultan Muhammad V ini.

"Beliau amat tersentuh dan mengucapkan terima kasih kepada rakyat Malaysia yang secara sukarela berkontribusi untuk Tabung Harapan Malaysia," kata Wan Ahmad.

Baca: Ingin Teruskan Perjuangan Razan Al-Najjar yang Ditembak Tentara Israel, Ibunda Pakai Rompi Putrinya

Baca: Donald Trump dan Kim Jong Un Tanda Tangani Kesepakatan Damai, Ramalan Wanita Ini Mulai Terbukti?

 
Tabung Harapan Malaysia adalah penggalangan dana masyarakat yang dirancang pemerintah untuk membantu mengurangi utang negara.

Wan Ahmad menambahkan, Sultan Muhammad V juga menerbitkan dekrit bahwa Istana Raja tidak akan menggelar open house pada hari raya Idul Fitri mendatang.

Keputusan itu diambil agar anggaran open house bisa digunakan untuk hal yang lebih mendesak misalnya membantu rakyat yang kekurangan.

Baca: Kasihan! Mandala Shoji Ditipu Rekan Bisnis Rp 1,6 Miliar, Padahal Sang Istri Tengah Hamil

Baca: Cobaan Datang Bertubu-tubi, Putra Umi Pipik Buka Suara Tentang Rumor Sang Ibu Nikah Lagi

Namun, Wan Ahman tidak menjelaskan jumlah gaji dan tunjangan Sultan Muhammad V yang seluruhnya ditanggung pemerintah federal.

Bulan lalu PM Mahathir Mohamad mengatakan, Malaysia kini memiliki utang lebih dari 1 triliun ringgit atau sekitar Rp 3.500 triliun.

Mahathir menuding, membengkaknya utang nasional itu akibat kesalahan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Najib Razak.

Baca: Bangkit dari Keterpurukan Usai Diselingkuhi, Begini Kehidupan Yulia Rachman Bersama Suami Barunya

Baca: Sudah Mudik belum? Ini Tips agar Tidak Bokek Setelah Mudik

Pada 23 Mei lalu, Mahathir mengumumkan, pemerintah akan memangkas gaji para menteri sebanyak 10 persen untuk mengurangi beban keuangan negara.

"Keputusan ini menunjukkan bahwa kami amat memerhatikan masalah keuangan negara," ujar Mahathir saat mengumumkan pemotongan gaji itu.

Di Malaysia sembilan keluarga kerajaan secara bergantian setiap lima tahun sekali menduduki jabatan Yang Dipertuan Agong atau Raja Malaysia. (Ervan Hardoko)

Baca: Dihina dan Di-Bully di Media Sosial, Respon Amien Rais Cukup Bijak dan Bikin Adem

Baca: Napi Korupsi tak Dapat Remisi di Rutan Lhoksukon, Aceh Utara, Ini Sebabnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prihatin Utang Negara, Raja Malaysia Minta Gajinya Dipangkas"

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help