Tokoh Gerakan Bela Islam 212 Khatib Shalat Id di Masjid At-Taqwa Sigli, Ternyata Ini Asalnya

Ustaz Adnin adalah intelektual muslim yang masih muda yang menguasai beberapa bahasa, termasuk bahasa Ibrani.

Tokoh Gerakan Bela Islam 212 Khatib Shalat Id di Masjid At-Taqwa Sigli, Ternyata Ini Asalnya
ist
Ustaz Adnin Armas MA 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEW.COM, SIGLI - Ustaz Adnin Armas MA, dijadwalkan akan menjadi khatib Shalat Hari Raya Idul Fitri 1439 H di Masjid At Taqwa Muhammadyah Sigli, Jum'at (27/6/2018).

Semen­tara yang menjadi imam shalat Id adalah Ustaz Subki Hasballah El Busui.

Ustaz Adnin tercatat sebagai tokoh Gerakan Bela Islam 212 bersama ustaz Bachtiar Nasir, Habib Rizieq Shihab, Amien Rais, Aa Gym, Ustadz Arifin Ilham, Ustaz Yusuf Mansur dan beberapa tokoh nasional serta ulama lainnya.

"Shalat Id di masjid dilaksanakan sekitar pukul 07.15 WIB. Untuk itu warga datang lebih cepat, mengingat Ustaz Admin tercatat alumnus Gerakan Bela Islam 212 menjadi khatib," kata Ketua Pemuda Muhamadiyah Pidie, Mirzal Syeh Tawi MKM kepada Serambinews.com, Selasa (12/6/2018).

Ia menambahkan, Ustaz Adnin adalah intelektual muslim yang masih muda yang menguasai beberapa bahasa, termasuk bahasa Ibrani.

Baca: Aksi Bela Islam dan Kopi Sianida Berita Terpopuler di Media Sosial Sepanjang 2016

Ustaz Adnin pernah berjuang melakukan advokasi bagi umat Islam di Rohingya, yang dilakukan di depan penggiat kemanusiaan International di Oxford - Inggris sehingga mendapat apresiasi yang luar biasa dari kaum muslim di dunia.

Tak hanya itu, lanjutnya, Adnin juga menjadi Juru Bicara Komite untuk Umat (Komat) dan Ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua, yang sempat dikriminalisasi karena terkait aliran dana umat untuk GNPF-MUI untuk Gerakan Bela Islam 212.

Menurutnya, orang tua ustaz Adnin berasal Pidie, yang kemudian merantau ke Medan (Sumatera Utara).

Adnin menyelesaikan sekolah menengahnya di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo tahun 1992.

Lalu, melanjutkan ke Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIA). Adnin melanjutkan S2 di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Kini, pria kelahiran Medan tahun 1972 ini menjabat sebagai Ketua Yayasan INSISTS Bina Tamaddun Islam dan Sekretaris MIUMI Pusat serta Pemimpin Redaksi Majalah Gontor. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help