Jalur Laut Sangat Terganggu

Cuaca buruk yang melanda Aceh sejak beberapa hari terakhir sangat berdampak pada pelayanan transporasi laut

Jalur Laut Sangat Terganggu
Arus balik lebaran dengan menggunakan kapal laut KM Sabuk Nusantara dari Simeulue ke daratan Aceh, mulai ramai dan lancar. Selain KM Sabuk Nusantara, para pengguna jasa transportasi laut juga bisa menggunakan dua kapal feri yang melayani rute pelayaran di wilayah kepulauan Simeulue, foto direkam Rabu (20/6/2018).SERAMBI/SARI MULIYASNO 

BANDA ACEH - Cuaca buruk yang melanda Aceh sejak beberapa hari terakhir sangat berdampak pada pelayanan transporasi laut dari dan ke sejumlah pelabuhan di provinsi ini. Banyak jadwal pelayaran bergeser bahkan ada yang off total sambil menunggu cuaca membaik.

Dari Meulaboh dilaporkan, dua kapal yang selama ini melayari jalur Sinabang (Simeulue) ke daratan Aceh yakni Meulaboh (Aceh Barat), Labuhan Haji (Aceh Selatan) dan Singkil (Aceh Singkil) off operasional disebabkan cuaca buruk sedang melanda wilayah barat selatan Aceh.

Informasi diperoleh Serambi dari Kepala PT ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) Perwakilan Meulaboh, Desrizal menjelaskan dua kapal mereka terpaksa off sejak dua hari terakhir yaitu KMP Teluk Sinabang dan KMP Labuhan Haji. Hingga Rabu kemarin, kata Desrizal, KMP Teluk Sinabang masih berada di pelabuhan Sinabang dan KMP Labuhan Haji di di Pelabuhan Singkil.

Sesuai jadwal, katanya, KMP Teluk Sinabang seharusnya pada Selasa (19/6) sore berlayar ke Meulaboh dan pada Rabu (20/6) siang kembali ke Sinabang. Demikian juga KMP Labuhan Haji seharusnya berlayar Sinabang-Singkil namun masih tertahan di Singkil karena cuaca buruk.

“Penghentian pelayaran semata-mata atas pertimbangan keselamatan karena cuaca buruk dan gelombang tinggi,” kata Desrizal.

Diakui Desrizal, jumlah penumpang meningkat di empat pelabuhan yaitu Sinabang, Meulaboh, Labuhan Haji, dan Singkil.

Menurutnya, terhadap adanya pembatalan atau off kapal berlayar sudah diumumkan kepada masyarakat di keeempat pelabuhan tersebut. “Kami mohon maaf kepada calon penumpang terutama masyarakat yang kembali dari mudik Lebaran. Kebijakan ini semata-mata demi keselamatan,” tandas Desrizal.

Ditanya kapan pelayanan bisa normal, menurut Desrizal harus melihat perkembangan cuaca. “Kalau memang cuaca sudah membaik, semua kapal akan beroperasi kembali,” demikian Desrizal.

Dari Sinabang dilaporkan, KM Sabuk Nusantara 110 pada pelayaran dari pelabuhan Sinabang ke Meulaboh, Rabu (20/6) terjadi keterlambatan beberapa jam karena harus menunggu pasokan BBM dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Simeulue. Tidak ada penjelasan penyebab keterlambatan pasokan BBM namun diduga ada kaitan dengan faktor cuaca.

Menurut informasi, KM Sabuk Nusantara dijadwalkan berlayar dari Pelabuhan Sinabang pada pukul 14.00 WIB, kemarin namun karena keterlambatan pasokan BBM tertunda hingga pukul 18.00 WIB. KM Sabuk Nusantara yang dioperasikan Kemenhub RI melayani rute Sinabang-Meulaboh sebulan dua kali.(riz/sm)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved