Pemuka Masyarakat, Dinas Syariat Islam, dan Polri/TNI Komit Berantas Judi Online di Langsa

Ulama dayah juga menyarankan dibentuk tim terpadu yang di SK-kan pemerintah daerah guna memberantas judi online dimaksud.

Pemuka Masyarakat, Dinas Syariat Islam, dan Polri/TNI Komit Berantas Judi Online di Langsa
IST
Pemateri berbicara pada FGD yang membahas maraknya judi online di Langsa, Jumat (22/6/2018). FGD ini dilaksanakan oleh Pemerintahan Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa. 

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Sejumlah pemuka masyarakat, instansi pemerintah, TNI/Polri dan tokoh agama di Kota Langsa berkomitmen untuk memberantas praktik judi online yang kian marak di daerah itu.

Komitmen tersebut dinyatakan dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Pemerintahan Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa, di aula kampus tersebut, Jumat (22/6/2018).

Dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Pimpinan Dayah Futuhul Mu'arif Kota Langsa, Tgk H Murdani menyampaikan bahwa peredaran judi online semakin marak dan untuk membuktikan praktik haram tersebut merupakan tugas aparat penegak hukum.

"Jangan minta bukti pada kami, karena kami hanya melaporkan adanya judi tersebut. Aparat kepolisian yang bisa membuktikan dan lakukan proses hukum," ujar Tgk Murdani yang menjadi salah satu narasumber pada kegiatan tersebut.

(Baca: Judi Online Marak di Langsa)

(Baca: FPRM Aceh: Tangkap Bandar Judi Online)

Ulama dayah ini juga menyarankan dibentuk tim terpadu yang di SK-kan pemerintah daerah guna memberantas judi online dimaksud.

"Bila perlu bentuk tim khusus menanggani persoalan judi online ini sehingga tidak ada lagi keresahan di masyarakat," tegasnya.

Sementara, Anggota DPR Aceh Asrizal H Asnawi menyebut prakti judi di Kota Langsa sudah terjadi sejak masa konflik mendera Aceh.

Selama ini, kata dia, judi online dapat dilakukan melalui handphone, deposit ATM, penjualan ID dan terdapat pula voucher seharga Rp 25 ribu rupiah, yang sasarannya adalah para pemuda dan anak-anak.

"Saya berharap judi online bisa hilang dari Langsa bukan karena politik, melainkan menyelamatkan generasi muda dan tidak ada lagi praktik maksiat di daerah kita," sebut Asrizal.

(Baca: BREAKING NEWS: Lagi Kecelakaan Kapal di Danau Toba, Kali Ini di Nainggolan Samosir)

(Baca: Nonton Bareng Piala Dunia 2018 Berujung Tawuran di Uganda, 4 Orang Tewas dan 19 Terluka)

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Ibrahim Latif menyebut Pemko Langsa sangat responsif dengan judi online. Hal itu, dibuktikan dengan melakukan razia terhadap sejumlah warung internet (Warnet).

Halaman
12
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved