Ribuan Warga Tamiang belum Rekam Data KTP

Sebanyak 25.999 warga Aceh Tamiang sampai saat ini belum melakukan perekaman data diri

Ribuan Warga Tamiang belum Rekam Data KTP
Ilustrasi 

KUALASIMPANG - Sebanyak 25.999 warga Aceh Tamiang sampai saat ini belum melakukan perekaman data diri untuk Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) tanpa alasan jelas. Padahal pihak Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Aceh Tamiang sudah turun ke kampong-kampong (desa), namun jumlah warga yang belum merekam data diri masih sangat banyak.

“Kami sudah sudah mengumumkan kepada warga dan mendatangi kampong-kampong untuk memudahkan warga merekam data diri untuk pembuatan KTP elektronik. Namun kebanyakan warga tidak mau datang,” kata Kadis Catatan Sipil dan Kependudukan Aceh Tamiang, Drs Ansyaruddin, Minggu (23/6).

Ansyaruddin mengaku tidak tahu alasan warga tidak mau merekam data untuk pembuatan KTP. Namun ia menilai hal ini disebabkan rendahnya kesadaran warga terhadap pentingnya penggunaan KTP sebagai syarat dasar dalam setiap proses administrasi baik yang terkait dengan pelayanan negara maupun urusan pribadi warga tersebut. “Biasanya, saat membutuhkan, baru mereka mengurus KTP. Kebiasaan seperti ini seharusnya bisa diubah, dan masyarakat hendaknya lebih sadar hak dan kewajibannya sebagai warga negara,” ujarnya.

Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Aceh Tamiang, Drs Ansyaruddin juga mengungkapkan, saat ini proses cetak KTP bagi warga yang telah merekam data diri, diharuskan mengantre sesuai perintah dari Jakarta. “Untuk hari ini KTP yang sudah diperintahkan untuk dicetak sebanyak 2.700 orang,” ungkapnya. Perintah ini terus berlanjut setiap harinya,” kata Ansyaruddin.

Hal ini dilakukan karena setelah perekaman data diri secara online, data tersebut akan diverifikasi lebih dulu secara online dengan data induk nasional. Karena itu, untuk menghindari adanya identitas ganda, maka pemerintah pusat memberlakukan pembatasan cetak KTP per hari. “Proses cetak KTP pun harus dilaporkan ke Jakarta setiap hari, terkait sisa blangko, serta jumlah warga yang merekam data diri,” ujarnya.

Saat ini, sisa blangko KTP di Disdukcapil Aceh Tamiang sebanyak 8.692 lembar. “Kami berharap para datok (kepala desa) di Aceh Tamiang membantu mengarahkan warganya yang belum merekam data diri, agar segera melakukan perekaman data. Kami menjamin tidak ada pungutan biaya apapun dalam pembuatan KTP ini,” kata Ansyaruddin.(md)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved