Aceh Programkan Pengadaan Kapal

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, memerintahkan Dinas Perhubungan Aceh untuk memrogramkan pengadaan

Aceh Programkan Pengadaan Kapal
JUNAIDI, Kadis Perhubungan Aceh

* Untuk Dua Lokasi Penyeberangan

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, memerintahkan Dinas Perhubungan Aceh untuk memrogramkan pengadaan dua unit kapal baru berukuran besar. Kebutuhan kapal baru yang akan dipergunakan untuk melayani rute penyeberangan Ulee Lheue (Banda Aceh)-Balohan (Sabang) dan Meulaboh (Aceh Barat)-Sinabang (Simeulue) itu, karena kedua jalur penyeberangan ini tergolong padat, terutama dalam kondisi tertentu, seperti lebaran dan liburan.

Irwandi meminta Kepala Dinas Perhubungan Aceh agar segera merencanakan pengadaan dua kapal tersebut. “Perintah Gubernur sudah kami sikapi, dengan memprogramkan pembuatan desain atau gambar kapalnya tahun ini. Tahun depan baru pembangunan fisiknya,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Ir Junaidi kepada Serambi, Senin (25/6), di Kantor Perhubungan Aceh, seusai rapat evaluasi pelaksanaan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah/2018 Masehi.

Sampai saat ini, ujar Junaidi, Gubernur Irwandi terus mempertanyakan kapan pelelangan pembuatan gambar kapal tersebut bisa selesai. Karena tahapan lelangnya baru berjalan, maka pihak Dinas Perhubungan Aceh masih tunggu penetapan pemenangnya.

Didampingi Kabid Laut, Faisal dan Kabid Darat, Nizarli, Kadishub Aceh menjelaskan, membangun kapal berukuran besar dibutuhkan waktu dua atau tiga tahun. Kapal yang akan dibangun itu nantinya seukuran dengan kapal Roro yang melayari penyeberangan Merak Banten-Bakauheni Lampung. “Dua kapal baru itu nantinya akan ditempatkan pada jalur pelayaran Ulee Lheue-Balohan dan Meulaboh-Sinabang,” jelas Junaidi.

Agar sesuai dengan perairan di Aceh, lanjut Junaidi, sebelum kapal tersebut dibangun harus dilakukan pengkajian lebih dulu. Selain diperlukan desain yang baik, kapal penyebarangan itu nantinya juga harus memiliki daya angkut lebih besar, yaitu dengan kapasitas penumpang 800-1.000 orang. Serta bisa memuat 200 unit sepeda motor dan 40 mobil.

Ditambahkan, sebenarnya usulan program pembangunan kapal itu sudah dilakukan sejak Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, 5 Juli 2017. Namun program itu baru ditampung dalam APBA 2018. “Program pembangun fisik kapal baru akan dilakukan tahun 2019, setelah rancangan bentuk kapal dan biayanya selesai dibuat,” ujarnya.

Pihak Dinas Perhubungan Aceh bersama instansi terkait, Senin (25/6), melakukan rapat evaluasi pelaksanaan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah, di Kantor Dinas Perhubungan Aceh.

Kabid Darat Dinas Perhubungan Aceh, Nizarli, mengatakan, sampai pekan kemarin, berdasarkan data Dirlantas Polda Aceh, jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi dalam masa mudik lebaran terjadi 54 kecelakaan dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 26 orang.

Pada umumnya, lanjut Nizarli, peristiwa kecelakaannya terjadi dengan kendaraan pribadi mencapai 84 persen dan 16 persen lagi kenderaan penumpang umum dan barang. Ini artinya, kecelakaan mudik lebaran tahun ini lebih banyak karena kelalaian pengendera kenderaan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil. “Peristiwa ini akan menjadi bahan masukan bagi kami, untuk penanganan arus mudik tahun depan,”ujar Nizarli.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved