Gajah Mulai Digiring ke Hutan

Kawanan gajah liar yang berada dekat kawasan pemukiman penduduk di Kampung Karang Ampar

Gajah Mulai Digiring ke Hutan
Salah satu gubuk warga di kebun karet milik warga di robohkan oleh kawanan gajah liar di Desa Sumambek, Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya 

* Pemkab Aceh Tengah Siap Program

TAKENGON - Kawanan gajah liar yang berada dekat kawasan pemukiman penduduk di Kampung Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, mulai digiring ke hutan. Untuk mencegah terulangnya kembali konflik manusia dnegan gajah, Pemkab Aceh Tengah telah mempersiapkan program khusus, tetapi belum ada rincian.

Dilaporkan, proses penggiringan melibatkan beberapa ekor gajah jinak dari Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Aceh, dimulai pada Minggu (24/6) kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Aceh Tengah bersama relawan serta masyarakat Kecamatan Ketol, juga ikut dalam proses penggiringan gajah ke hutan.

Keberadaan gajah-gajah liar ini dinilai sudah sangat meresahkan warga di daerah itu, apalagi bukan hal baru. Persoalan hewan berbelalai panjang ini, sudah bertahun-tahun terjadi, bahkan berbagai upaya telah dilakukan, namun gajah tetap kembali dekat pemukiman penduduk untuk mencari makan.

Alhasil, warga menjadi korban, seperti tidak bisa beraktivitas di kebun, karena kawanan gajah liar ini juga merusak rumah warga. Bukan hanya itu, tanaman milik warga seperti pisang, batang pinang dirusak serta diobrak-abrik kawanan gajah liar.

“Rencananya, proses penggiringan gajah liar ini ke hutan sampai 10 hari ke depan,” kata Camat Ketol, Maimun kepada Serambi, Senin (25/6). Menurut dia, penggiringan kawanan gajah liar di Karang Ampar mendapat dukungan penuh dari beberapa istansi terkait, dengan harapan persoalan konflik gajah dengan warga bisa segera berakhir.

“BPBD, Dinas Lingkungan Hidup ikut membantu, bahkan Dinsos buka dapur umum dan Dinas PU mengerahkan alat berat untuk proses perbaikan parit isolasi yang sebagian sudah tertimbun tanah,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus ketika melihat proses penggiringan di Kecamatan Ketol mengharapkan upaya yang dilakukan ini bisa mengakhiri konflik antara gajah liar dengan manusia. “Jangan ada lagi korban, baik warga maupun gajah liar,” sebut Firdaus.

Ditambahkan, setelah selesai proses penggiringan kawanan gajah liar, Pemkab Aceh telah menyiapkan sejumlah program untuk menghindari terjadinya lagi konflik antara gajah dengan warga. “Tapi untuk saat ini, kita fokus pada proses penggiringan dulu. Ke depanya, sudah ada program yang disiapkan,” pungkas Wakil Bupati Aceh Tengah ini.

Dilansir sebelumnya, satu unit rumah warga di Kampung Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah rusak berat seusai diobrak-abrik oleh kawanan gajah liar. Diperkirakan, sekitar 21 ekor gajah memasuki Karang Ampar pada Selasa (19/6/2018) malam dan rumah Salamuddin (55) di Dusun Alue Rope, karang Ampar menjadi sasaran amukan gajah, sehingga tidak bisa ditempati lagi.

Saat rumah disasar oleh kawanan gajah tersebut, pemilik rumah sedang tidak berada di rumah, sehingga tidak ada korban jiwa. “Informasi yang kami terima, kawanan gajah liar datang saat pemiliknya sedang berlebaran ke tempat saudaranya, sehingga dalam keadaan kosong,” kata Camat Ketol, Maimun kepada Serambi, Kamis (21/6).

Disebutkan, sebagian besar dinding rumah dijebol oleh kawanan gajah, bahkan untuk sementara tidak bisa ditempati lagi. Diperkirakan, kerugian akibat serangan kawanan gajah liar itu mencapai angka jutaan rupiah. Maimun menjelaskan keberadaan kawanan gajah itu masih tidak jauh dari pemukiman penduduk yakni kawasan Pantan Muslimin, Karang Ampar.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, kawanan gajah liar terus berkeliaran di dekat pemukiman warga di beberapa kampung di Kecamatan Pintu Rime Gayo. Bukan hanya menyebabkan rusaknya tanaman di areal perkebunan warga, namun sempat menyasar beberapa warga, bahkan beberapa diantaranya meninggal dunia karena diserang gajah.

Kawanan gajah liar tersebut, bukan hanya menyerang beberapa kampung di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, tetapi juga beberapa kampung di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Gerombolan hewan bertubuh besar ini, sudah meresahkan. Akibatnya banyak warga yang tidak bisa menjalankan aktivitas di lahan perkebunan maupun pertanian.(my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help