“Sebenarnya Kami tak Tertarik Urusan Asmara”

Ketua DPRA, Tgk Muharuddin menjelaskan, sebenarnya dirinya sendiri dan anggota dewan pengusul hak interpelasi

“Sebenarnya Kami tak Tertarik Urusan Asmara”
TGK MUHARUDDIN 

BANDA ACEH - Ketua DPRA, Tgk Muharuddin menjelaskan, sebenarnya dirinya sendiri dan anggota dewan pengusul hak interpelasi tidak tertarik untuk mengangkat masalah pribadi Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dalam rapat hak interpelasi. Sebab, ada persoalan lain yang lebih mendasar yang harus diselesaikan.

Dia menegaskan, kewenangan hak interpelasi yang dimiliki DPRA bukan untuk menyoal masalah privasi Irwandi. Tapi ingin meminta penjelasan kepada Gubernur mengenai beberapa kebijakannya yang dianggap kontroversi. Hanya saja masalah personal Irwandi itu berkembang dalam rapat hak interpelasi sebelumnya.

“Itu kita kembalikan kepada Saudara Gubernur, kalau menurut beliau yang sudah disorot dewan tidak mau ditanggapi, tidak usah ditanggapi. (Soal hubungan Irwandi dengan wanita asal Manado) itu memang sangat personal. Di banmus sendiri, kami juga tidak menarik angkat itu (urusan asmara),” katanya menjawab Serambi, Sabtu (30/6) malam.

Muharuddin mengatakan, yang perlu dijawab Gubernur Irwandi dalam rapat ketiga nanti adalah persoalan yang menyangkut dengan kebijakannya saja, seperti alasan Pergub APBA 2018, pengangkatan Nizarli sebagai Kepala ULP Aceh, alasan berangkat ke luar negeri dan persoalan lain yang dipertanyakan dewan.

Juga termasuk kalimat ‘selamat mengawasi pembangunan Aceh’ yang ditulis dalam jawaban tertulis pertama Gubernur Aceh atas pertanyaan anggota dewan yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pada rapat sebelumnya. Menurut beberapa anggota DPRA, kalimat tersebut dinilai sebagai sindirian untuk dewan.

Selain itu, tambah Muharuddin, pihaknya juga berharap Irwandi bisa menjelaskan kenapa begitu emosial dalam berkomunikasi di media sosial Facebook. Meskipun dikatakan tidak ada kaitannya komentar di Facebook dengan jabatannya sebagai Gubernur, tapi status jabatan tetap melekat pada diri Irwandi sehingga perlu menjaga komunikasi.

Selain itu, ulas Muharuddin, anggota DPRA tidak mewajibkan Gubernur Irwandi menjawabnya, apa lagi soal asmara. “Bagi saya tidak menarik untuk kita angkat persoalan pribadi. Saya pikir ini aneh kita bawa ke ruang publik. Yang penting, dengan agama sudah sesuai. Itu masalah pribadi, tidak menariklah kita angkat,” ungkap Ketua DPRA ini.

Lebih lanjut Muharuddin menyampaikan, setelah jawaban Gubernur Irwandi dibacakan dalam rapat interpelasi ketiga nanti, anggota dewan pengusul hak interpelasi akan kembali membahasnya dalam rapat Banmus DPRA untuk menentukan apakah sudah cukup atas jawaban yang diberikan atau perlu pendalaman lagi.

“Jika anggota dewan merasa belum cukup, bisa mengarah ke hak angket. Nantilah kita lihat di banmus, karena sangat tergantung dari jawaban Gubernur sendiri. Kalau dianggap sudah jelas, kita sudahi. Kalau perlu perdalaman kembali akan kita diskusikan bersama,” tutup Muharuddin. (mas)

Editor: bakri
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved