Mahasiswa Berdarah Gayo dan 2 Temannya di IPB Ciptakan As-Sukkaru, Alat Pendeteksi Diabetes

As-sukkaru menggunakan cupper (Cu+) sebagai material sensor yang nantinya akan bereaksi dengan glukosa pada urin.

Mahasiswa Berdarah Gayo dan 2 Temannya di IPB Ciptakan As-Sukkaru, Alat Pendeteksi Diabetes
IST
Siti Afraghassani, gadis berdarah Gayo (tengah), Sejahtera (kanan), dan Lisnawati Hapsari (kiri), mahasiswa IPB menciptakan alat pendeteksi dini diabetes. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berdarah Gayo, Aceh, Siti Afraghassani bersama dua temannya, Sejahtera dan Lisnawati Hapsari, menciptakan As-sukkaru, alat pendeteksi dini diabetes.

“Alat tersebut berbasis serat optik. Bisa mendeteksi glukosa urin,” kata Afraghassani mengenai alat yang mereka ciptakan.

Ketiga mahasiswa IPB, berasal dari Departemen Fisika.

Latar belakangnya dibuat alat ini, karena prihatin terhadap penyakit diabetes yang merupakan penyakit ke 6 paling mematikan di dunia.

“Saat ini, penangan medis untuk deabetes militus atau DM bersifat invasive (melukai) yang tentu saja kurang efisien, dapat menimbulkan trauma dan membutuhkan waktu lama serta biaya yang mahal. Oleh karena itu, As-Sukkaru diciptakan dengan tujuan penanganan secara non invasive (tidak melukai, efisien, dan cepat),” kata Afra yang menjadi ketua tim.

Baca: Diabetes Insipidus, Kenali Penyebab dan Cara Mengobatinya

Baca: Waspadalah! Berbadan Kurus Juga Berisiko Terkena Diabetes

Baca: Dengan Makanan Ini, Lawan Kanker, Diabetes dan Sakit Jantung

As-sukkaru menggunakan cupper (Cu+) sebagai material sensor yang nantinya akan bereaksi dengan glukosa pada urin.

Juga menggunakan serat optik karena serat optik memiliki sifat kemampuan transmisi yang cepat dan sensitif.

Hal ini sangat memengaruhi cara kerja alat yang bekerja secara cepat.

Cara kerja alat tersebut terhitung sederhana. Fiber optik (serat optik) akan dilapisi dengan Cu (copper) yang nantinya bagian tersebut akan dicelupkan ke urin yang mengandung glukosa.

Baca: Sinar Matahari Pagi Baik untuk Penderita Diabetes, Ini Penjelasan Peneliti

Baca: Awas! Nasi Putih Lebih Berisiko Tingkatkan Diabetes daripada Minuman Manis

Baca: Bahaya Penyakit Diabetes tak Mengenal Usia, Berikut Cara Mudah Mengatur Kadar Gula Darah

Cahaya yang ditembakkan dari LED akan ditransmisikan hingga ke bagian tersebut dan mengenai copper yang bereaksi dengan glukosa pada urin.

Lalu ditransmisikan kembali oleh fiber optik receiver yang nantinya sinyal tersebut akan ditangkap oleh foto detektor dan mengubah sinyal tersebut menjadi tegangan.

"Tegangan tersebut yang nantinya akan menentukan kadar dari glukosa pada urin yang akan ditampilkan pada LCD. Semakin besar tegangan makan semakin tinggi kadar glukosa,” kata Afraghassani menjelaskan cara kerja akat tersebut.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved