Apa Karya Nyatakan Siap Jadi Saksi Jika Diminta KPK, Tapi Untuk Kasus Ini

saya tidak kenal KPK, tapi jika datang ke rumah saya diminta saya sebagai saksi, saya siap

Apa Karya Nyatakan Siap Jadi Saksi Jika Diminta KPK, Tapi Untuk Kasus Ini
Zakaria Saman (Apa Karya). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEW.COM, SIGLI - Mantan Menteri Pertahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Zakaria Saman atau kerap disapa Apa Karya menyatakan siap menjadi saksi jika sewaktu-waktu diminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kesiapan Apa Karya menjadi saksi, ternyata bukan pada kasus operasi tangkap tangan (OTT), yang telah dilakukan KPK terhadap Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Dalam operasi senyap itu, KPK juga menangkap Bupati Bener Meriah, Ahmadi SE, Hendri Yuzar (ajudan Gubernur Aceh) dan T Saiful Bahri sebagai pengusaha.

Baca: Gubernur Irwandi Ditangkap KPK, Apa Karya: Ek Mungken Handipeugah Laen

"Lon hana kuturi KPK, tapi meunye dijak urumoh lon dilakei lon sebagai saksi, lon siap pada perkara dana kombatan GAM Rp 650 miliar. (saya tidak kenal KPK, tapi jika datang ke rumah saya diminta saya sebagai saksi, saya siap pada perkara dana kombatan GAM Rp 650 miliar) ," kata Apa Karya kepada Serambinews.com, Selasa (10/7/2018) di Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli.

Menurutnya, dalam kasus OTT, lambat laun KPK akan menangkap satu persatu pejabat Aceh yang diduga terlibat dalam korupsi. Sebab, kasus pasti akan dibongkar semuanya oleh KPK.

Baca: Polemik APBA 2018, Apa Karya: Elite Aceh Lagee Naga Pajoh Gapu

"Lon yakin KPK saboh-saboh didrop pejabat Aceh yang akhe jih (Saya yakin KPK satu persatu akan menangkap orang Aceh yang akhirnya) KPK juga tangani dana kombatan GAM Rp 650 miliar," ujar Apa Karya.

Menurutnya, dana untuk pemberdayaan ekonomi mantan kombatan GAM dirinya yang pertama mengangkat kepermukaan saat dalam debat cagub dan cawagub yang dilaksanakan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

"Wateinyan lon tanyeng bak Abu Doto (waktu itu saya tanya sama Abu Doto/panggilan dr Zaini Abdullah, mantan Gubernur Aceh). Honeuba peng Rp 650 miliar yang pernah neupeugah bak lon untuk mantan kombatan GAM (kemana dibawa dana kombatan GAM Rp 650 miliar). Meunye lon salah watei nyan ka didrop laju (jika saya salah waktu itu langsung ditangkap)," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved