OTT KPK di Aceh

Gubernur Irwandi Ditangkap KPK, Apa Karya: Ek Mungken Handipeugah Laen

"Irwandi sidroe dalam penjara, ek mungken handipeugah laen (Irwandi sendiri dalam penjara, apa mungkin tidak menyebut orang lain),"

Gubernur Irwandi Ditangkap KPK, Apa Karya: Ek Mungken Handipeugah Laen
Apa Karya 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEW.COM, SIGLI - Zakaria Saman atau Apa Karya angkat bicara terkait penangkapan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangan (OTT), Selasa (3/7/2018) malam.

Dalam OTT tersebut, KPK juga menangkap Bupati Bener Meriah, Ahmadi SE, Hendri Yuzal (ajudan Gubernur Aceh) dan T Saiful Bahri sebagai pengusaha.

Keempat OTT itu, kini menjalani proses hukum di KPK setelah mereka ditetapkan sebagai tersangka.

Tak hanya itu, KPK juga mencekal Kepala Unit Layananan Pengadaan (ULP) Aceh, Nizarli, mantan Kadis PU Aceh, Rizal Aswandi, EO Aceh Meraton 2018, Fenny Steffy Burase dan T Fadhilatul Amri, yang dilarang pergi ke luar negeri.

Baca: BREAKING NEWS - KPK Kembali Geledah Ruang Kerja Bupati Bener Meriah

Pencekalan mereka karena memiliki hubungan dengan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

"Irwandi sidroe dalam penjara, ek mungken handipeugah laen (Irwandi sendiri dalam penjara, apa mungkin tidak menyebut orang lain)," kata Apa Karya yang dijumpai Serambinews.com, Selasa (10/7/2018) di Sigli.

Ia menambahkan, dirinya tidak sayang kepada ummat islam yang ditangkap KPK. Sebab, orang islam telah diturunkan Quran untuk menjadi pedoman hidup. Manusia wajib tunduk patuh kepada perintah dan larangan Allah.

Baca: KPK Geledah Dinas PUPR dan Dispora Aceh

"Meunye ureung Islam handipateh perintah Allah, maka ureung Islam akan geutot (jika ummat islam tidak patuh pada perintah Allah, maka ummat islam akan dibakar). Tapi, lon seudeh meunyeu ureng Aceh jidrop le KPK (Tapi, saya sedih jika orang Aceh ditangkap KPK), " ujarnya.

Disinggung penangkapan Irwandi, kata Apa Karya, itu urusan hukum.

"Meunye hana brok, pane na goet (kalau tidak buruk, tidak pernah baik)," sebutnya. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help