Warga Miskin Aceh Singkil Bertambah

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Aceh Singkil selama enam tahun terakhir terus bertambah

Warga Miskin Aceh Singkil Bertambah
MUKHTAR Ahmad (45) warga miskin penduduk Gampong Blang Baro-Cubo Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya tinggal bersama seorang isteri dan dua anaknya di gubuk reot.SERAMBI/ABDULLA GANI 

SINGKIL - Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Aceh Singkil selama enam tahun terakhir terus bertambah. Kondisi itu terjadi di tengah Pemkab setempat meluncurkan berbagai program penanggulangan kemiskinan.

Seperti pembangunan ratusan rumah duafa, merehab ribuan rumah dan program bantuan termasuk dari Pemerintah pusat. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan Pemkab Aceh Singkil di Aula Bappeda setempat, Selasa (10/7).

Berdasarkan data jumlah penduduk miskin tahun 2012 sebanyak 19,40 persen naik pada tahun 2013 menjadi 20,70 persen. Tahun 2014 sempat turun sedikit menjadi 20,04 persen, namun naik kembali cukup signifikan pada tahun 2015 menjadi 24,84 persen. Lalu tahun 2016 naik lagi menjadi 25,09 persen dan tahun 2017 berada diangka 26,27 persen.

Sementara itu penduduk miskin terbanyak berada di Kecamatan Gunung Meriah yaitu 8.314 jiwa. Disusul Kecamatan Singkil sebanyak 3.685 jiwa dan Kecamatan Simpang Kanan di urutan ketiga dari sebelas kecamatan di Aceh Singkil, sebanyak 3.129 jiwa.

Penduduk Aceh Singkil, sendiri saat ini sekitar 128.000 jiwa. Rapat koordinasi (Rakor) melibatkan seluruh kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), perusahaan serta perwakilan masyarakat.

Rakor dipimpin Sekda Aceh Singkil Drs Azmi dengan moderator Kepala Bappeda Aceh Singkil Junaidi. Rakor digelar dalam rangka percepatan pengentasan kemiskinan dengan fokus pada penguatan ekonomi lokal.

Sekda Aceh Singkil Drs Azmi juga mengingatkan agar program-program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan SKPK harus sesuai potensi desa sasaran. “Buat program sesuai potensi, jangan wilayah perikanan dikasih peternakan,” kata Sekda.

Ia mensinyalir tidak menurunnya angka kemiskinan salah satunya akibat program yang tidak membuat masyarakat produktif. “Kita harus memutus mata rantai kemiskinan. Kita tidak membuat masyarakat produktif. Ke depan buat program sesuai dengan potensi jangan asal kasih saja,” ujar Azmi.(de)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help