KPK Mulai Periksa Saksi

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan suap Dana

KPK Mulai Periksa Saksi
Kompas.com/Robertus Belarminus
Febri Diansyah 

* Namanya Dirahasiakan

BANDA ACEH - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 yang menjerat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi, serta dua orang lainnya sebagai tersangka pada Kamis (12/7).

Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah kepada Serambi kemarin menyampaikan, pihaknya melakukan pemeriksaan perdana setelah penetapan Irwandi sebagai tersangka terhadap enam saksi di Mapolda Aceh dari pagi hingga sore. Mereka dimintai keterangan terkait aliran DOKA 2018.

“Dari enam orang saksi tersebut, KPK terus mendalami informasi-informasi terkait aliran dana dan komunikasi di antara pihak-pihak yang terkait dalam perkara ini,” kata Febri Diansyah.

Sayangnya, Febri tidak menyebutkan siapa saja yang diperiksa kemarin tapi hanya menyebut dari unsur swasta. “Namanya belum bisa disampaikan,” ujar Febri.

Lebih lanjut, Febri menyampaikan pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan pada Jumat (13/7) hari ini. Pada pemeriksaan itu, penyidik akan menghadirkan sembilan saksi yang berasal dari unsur swasta dan pemerintah. Lagi-lagi, Febri merahasiakan nama-nama yang akan diperiksa tersebut.

“Besok (hari ini -red) direncanakan sembilan saksi lainnya akan diperiksa. Kami imbau agar para saksi kooperatif dan menghadiri pemeriksaan tersebut. Kejujuran dari para saksi akan membantu pengusutan kasus ini. Sikap kooperatif terhadap proses hukum tentu akan dihargai,” ujarnya.

Ketika ditanya, informasi apa saja yang diperoleh dari para saksi pada pemeriksaan itu, Febri tidak menjawabnya. Dia hanya menyampaikan bahwa penyidik KPK sedang mendalami kasus itu baik melalui pemeriksaan saksi-saksi maupun pengumpulan bukti-bukti dari hasil penggeledahan. “Masih pemeriksaan,” jawabnya.

Febri menambahkan, pihaknya kemarin sengaja tidak melakukan penggeledahan instansi atau dinas terkait untuk menyusuri aliran dana DOKA 2018, karena sedang fokus pada pemeriksaan saksi-saksi yang telah ditetapkan. Apakah akan ada penggeledahan lanjutan ke depan? “Belum,” jawab Febri singkat.

Sebelumnya, KPK telah memanggil 15 saksi dari unsur Pemerintah Aceh dan swasta terkait kasus suap yang melibatkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah Ahmadi, staf khusus/ajudan Gubernur Aceh Hendri Yuzal, dan Teuku Syaiful Bahri (kontraktor) sebagai tersangka.

Selain memanggil 15 saksi dari unsur pemerintahan dan swasta, KPK ternyata juga telah mengagendakan pemeriksaan terhadap empat saksi yang sebelumnya masuk daftar cegah tangkal (cekal) ke luar negeri pada minggu depan, namun Febri tidak menyebutkan tanggal pastinya. Mereka yang dicekal adalah Ir Nizarli MEng (Kepala Unit Layanan Pengadaaan/ULP Aceh), Ir Rizal Aswandi (mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh), Fenny Steffy Burase (Event Organizer Aceh Marathon International 2018, perempuan yang diisukan punya hubungan khusus dengan Irwandi Yusuf), dan Teuku Fadhilatul Amri.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf sendiri dijemput Tim Satgas KPK di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh Selasa (3/7) malam dalam pengembangan operasi tangkap tangan (OTT). Dalam waktu bersamaan KPK juga mengamankan Bupati Bener Meriah, Ahmadi dan delapan orang lainnya. Mereka diduga terlibat dalam praktik suap DOKA 2018.

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (4/7) menyebutkan Bupati Bener Meriah diduga memberikan uang Rp 500 juta kepada Irwandi yang merupakan bagian dari Rp 1,5 miliar sebagai commitment fee proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA Tahun 2018.

Menurut Basaria, uang yang diterima Gubernur Irwandi sebesar Rp 500 juta itu didugaa akan digunakan untuk pembelian medali (trofi) dan pakaian kegiatan Aceh Marathon 2018 yang digelar di Sabang pada 29 Juli mendatang. Namun, belakangan berkembang informasi bahwa pelaksanaan even internasional Aceh Marathon 2018 itu digeser ke bulan September 2018. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help