Program Kreativitas Mahasiswa Unsyiah Berakhir

Program Kreativitas Mahasiswa--Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) yang dilaksanakan mahasiswa

Program Kreativitas  Mahasiswa Unsyiah Berakhir
KADIS Pendidikan Dayah Aceh yang diwakili Drs Muhammad Nasir (kanan) menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis kepada pelaksana PKM-M Tahun 2018 di Dayah Markaz Al-Ishlah Al-Aziziyah, Luengbata, Banda Aceh, Rabu (11/7).FOTO/IST 

BANDA ACEH - Program Kreativitas Mahasiswa--Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) yang dilaksanakan mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan dan Pendidikan Kedokteran Unsyiah sejak April 2018, berakhir. Kegiatan tersebut ditutup Wakil Rektor III Unsyiah yang diwakili Kabag KDDK Fakultas Ilmu Keperawatan Ners Noraliyatun Jannah MKep, Rabu (11/7).

Program yang diadakan di Dayah Markaz Al-Ishlah Al-Aziziyah, Lueng Bata, Banda Aceh, itu dibiayai dengan dana hibah dari Kemenristekdikti. Noraliyatun menyampaikan, program itu dilaksanakan dalam rangka memfasilitasi potensi mahasiswa untuk mengkaji, mengembangkan, serta menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dipelajarinya selama di kampus kepada masyarakat.

Kadis Pendidikan Dayah Aceh, H Usamah El-Madny SAg MM yang diwakili Drs Muhammad Nasir dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Unsyiah yang sudah memilih dayah sebagai tempat pengabdian mahasiswanya.

Ia berharap kerja sama yang sudah terjalin dengan baik akan terus berlanjut di masa mendatang. “Kami sangat berharap ke depan ada program-program lain yang sejalan dengan program dayah sehingga bermanfaat bagi peningkatan mutu santri secara khusus dan pendidikan di dayah secara umum,” harapnya.

Muhammad Nasir kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, materi pelatihan itu disampaikan oleh Jeni Elvania, Zulfia Risda, dan Ahsana Nadya (Fakultas Ilmu Keperawatan), serta Imam Maulana dan Yasarah (Fakultas Pendidikan Kedokteran).

Adapun materinya, lanjut M Nasir, yaitu bagaimana cara memberi pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan (seperti keracunan, luka bakar, luka berdarah, keseleo, dan patah tulang), sebelum dibawa ke dokter, puskesmas, atau rumah sakit.

“Pada kesempatan itu juga dikukuhkan Tim Santri Dayah First Aider (SADAR) yang akan melaksanakan pertolongan pertama bila nanti terjadi kecelakaan di dayah,” demikian Muhammad Nasir.

Pimpinan Dayah Markaz Al-Ishlah Al-Aziziyah, Tgk H Tu Bulqaini Tanjungan yang diwakili Tgk Ibnu Hajar, menjelaskan, banyak manfaat yang diperoleh santri dari pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan dalam pertolongan pertama pada kecelakaan.(jal)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help