Banda Aceh Ingin Jadi Barometer Penegakan Syariat  

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, berharap Banda Aceh sebagai leader penegakan syariat Islam di Aceh

Banda Aceh Ingin Jadi Barometer Penegakan Syariat   
WALI Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, berbincang dengan Abuya Amran Waly Al-Khalidi, saat pembukaan Muzakarah Ulama Tauhid Sufi Internasional di Lapangan Tugu Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Jumat (13/7) malam. 

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, berharap Banda Aceh sebagai leader penegakan syariat Islam di Aceh. Sebagai miniaturnya Aceh, Kota Banda Aceh harus menjadi yang terdepan dalam penegakan syariat Islam.

“Kehadiran para Ulama, Ustaz, Teungku serta peserta muzakarah ke Banda Aceh, menjadi spirit bagi kami dalam pengamalan syiar dan penegakan Syariat Islam,” ujar Aminullah di hadapan puluhan ribu peserta Muzakarah Ulama Tauhid Sufi Internasional, Jumat malam, di lapangan tugu Unsyiah, Darussalam.

Dari muzakarah ini, Aminullah berharap akan mendapatkkan masukan dan saran untuk pembangunan Kota Banda Aceh yang lebih baik. Sebagaimana diketahui, Muzakarah Ulama Tauhid Sufi Internasional diikuti 30 ribu peserta dari seluruh dunia. Peserta datang dari Timur Tengah, Afrika, Asia Tenggara dan dari seluruh Indonesia.

Warga Banda Aceh, kata Aminullah, sangat antusias menyambut kegiatan ini berlangsung. Warga secara sukarela ikut berpartisipasi menyumbang konsumsi dan transportasi. Setiap harinya ada puluhan ribu bungkus nasi disumbangkan warga kota untuk peserta muzakarah.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa warga Banda Aceh dan Aceh secara umum sangat terbuka terhadap tamu dari belahan dunia manapun. “Kami berharap para alim ulama, guru-guru kami semua dapat melihat dan merasakan sendiri bahwa kota ini dan warganya, senantiasa terbuka, ramah serta santun. Kami berharap semua yang hadir di Banda Aceh cukup nyaman selama melaksanakan Muzakarah ini,” ujar Aminullah seraya mengajak seluruh peserta untuk mengelilingi Banda Aceh, menikmati wisata dan kuliner yang menggugah selera.

Saat menjamu makan peserta muktamar, Jumat malam, Wali Kota meminta para peserta Muktamar Bahasa Arab se Asia Tenggara ikut mempromosikan wisata Islami Banda Aceh ke dunia luar. Pemko Banda Aceh saat ini sedang gencar-gencarnya menggenjot sektor wisata Islami.

Ada banyak destinasi wisata dan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah Islam di Banda Aceh. Wali Kota menyadari, sebagai kota yang tidak memiliki sumber daya alam maka Banda Aceh harus mampu menggenjot perekonomian masyarakat dari sektor wisata ini.(min)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved