50 Mahasiswa AMB Mengaku tak Bisa Ikut Ujian Negara karena Kampus tidak Memiliki Simulator

"Sesuai laporan para mahasiswa ke Ombudsman, pihak sekolah tidak melakukan ujian negara karena tidak memiliki alat simulator.

50 Mahasiswa AMB Mengaku tak Bisa Ikut Ujian Negara karena Kampus tidak Memiliki Simulator
Net
Ilustrasi Taruna Maritim 

Laporan Rahmad Wiguna | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Sebanyak 50 mahasiswa Akademi Maritim Belawan (AMB) Medan mengaku tak bisa menamatkan pendidikannya karena terganjal pada proses ujian negara pelayaran.

Para mahasiswa menyebut sejak 2017 pihak kampus tidak bisa mengikutkan mereka pada uji kompetensi pelayaran (UKP) berskala nasional karena tidak memiliki simulator pelayaran. UKP disebut salah satu syarat bagi mahasiswa untuk wisuda.

"Sesuai laporan para mahasiswa ke Ombudsman, pihak sekolah tidak melakukan ujian negara karena tidak memiliki alat simulator. Padahal, para siswa sudah bayar semua uang ujian.," kata Kepala Ombudsman RI Wilayah Sumatera Utara, Abyadi Siregar, Kamis (19/7/2018).

Baca: Patuhi SBY, Kejaksaan Stop Tangani Kasus Simulator SIM

Dijelaskannya, laporan ini diterima Ombudsman pada 12 Juli 2018.

Sayangnya konfirmasi yang dilakukan Ombudsman ke kampus AMB pada Kamis (19/7/2018) pagi belum membuahkan hasil.

"Ketika kami turun ke AMB, pihak yang berkompeten dalam hal ini rektor tidak ada di tempat. Memang tadi kami datang diam-diam, tak ada pemberitahuan sebelumnya," sambung Abdyadi.

Ombudsman dan AMB menurutnya sudah menjadwal ulang pertemuan ini besok pagi.

"Seandainya ada konflik di kampus, jangan sampailah yang menjadi korban siswa. Itu masalah yang harus bisa dipisahkan dengan akademik," tukas Abyadi. (*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved