Gajah Hancurkan Lahan Usaha di Seumanah Jaya
Kawanan gajah liar diperkirakan 20 ekor mengobrak-abrik lahan perkebunan rakyat di Dusun Sumedang Jaya
IDI - Kawanan gajah liar diperkirakan 20 ekor mengobrak-abrik lahan perkebunan rakyat di Dusun Sumedang Jaya, Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.
Laporan dari perwakilan masyarakat Seumanah Jaya menyebutkan, setiap malam petani di Dusun Sumedang Jaya patroli mengusir gajah. Gajah diusir ke arah hutan bekas HTI (tanaman sengon) dan ke arah Gunung Buloh, hingga masuk ke kawasan HGU PT Dwi Kencana Semesta (DKS). “Jika sudah sampai di HGU PT DKS banyak arah yang bisa dituju kawanan gajah tersebut, tapi bisa juga kembali lagi ke perkebunan warga,” kata M Nasir, petani Gampong Seumanah Jaya, kepada Serambi, Minggu (22/7).
Menurut Nasir, sejak dua pekan terakhir kawanan gajah merusak tanaman sawit miliknya yang hendak berbuah pasir. Begitu juga ratusan hektare kebun warga lainnya yang diprioritaskan menanam sawit juga musnah diamuk satwa dilindungi itu.
Nasir menjelaskan, ada tiga kelompok kawanan gajah yang berpencar dan sering masuk ke perkebunan warga di Seumanah Jaya. Ada kawanan 25 ekor, 16 ekor, dan 8 ekor. Total jumlah gajah di kawasan tersebut diperkirakan 60 ekor.
Nasir juga menyampaikan harapan agar BKSDA Aceh dan Pemkab Aceh Timur membangun pos pemantau gajah di Dusun Sumedang Jaya.
Setelah pos ini dibangun, petugas yang ditempatkan oleh pemerintah di pos tersebut membuat daftar piket jaga malam bersama masyarakat setempat.
Tujuannya, agar tanaman petani bisa siselamatkan dengan cara menghalau gajah sebelum masuk ke areal perkebunan.(c49)