Otoritas Pelabuhan Stop Pelayaran

Otoritas Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menghentikan pelayaran kapal rute Ulee Lheue-Balohan

Otoritas Pelabuhan Stop Pelayaran
TRUK pengangkut material tujuan Sabang tertahan di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh akibat cuaca buruk dan minimnya kapal yang berkayar. Foto direkam Rabu (25/7). 

* Akibat Cuaca Buruk

BANDA ACEH - Otoritas Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menghentikan pelayaran kapal rute Ulee Lheue-Balohan, Sabang, Kamis (26/7) sore. Penyebabnya karena cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda kawasan tersebut.

Tak hanya rute Ulee Lheue-Balohan yang distop, akibat cuaca buruk tersebut pelayaran dari Ulee Lheue ke Pelabuhan Lamteng Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, yang biasanya dilayari KMP Papuyu juga dihentikan selama dua hari terakhir.

Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue, Rusmansyah, kepada Serambi, menyampaikan, sejak siang hingga sore kemarin gelombang tinggi melanda wilayah itu mencapai tiga meter lebih. Laporan BMKG juga menyatakan angin juga mencapai kecepatan 30 Kilometer/jam.

“Karena gelombang tinggi, maka semua pelayaran pada sore hari dihentikan, baik itu kapal cepat maupun kapal lambat. Karena tingginya gelombang memang beresiko terhadap pelayaran,” ujar Rusmansyah.

Terdapat dua jadwal yang dihentikan kemarin, yaitu KMP Papuyu dan Kapal Cepat yang berangkat dari Ulee Lheue menuju Sabang pukul 16.00 WIB. Menurut Rusmansyah, ketinggian ombak yang mencapai tiga meter lebih itu sangat beresiko terhadap keselamatan pelayaran.

Meskipun ada kapal yang batal berangkat, namun tidak ada penumpukan penumpang di pelabuhan. Karena jadwal pelayaran sebelumnya berjalan normal. KMP Tanjung Burang sebelumnya sudah berlayar satu trip, yaitul pukul 07.00 WIB dari Sabang dan pukul 11.00 WIB dari Banda Aceh. Sedangkan kapal cepat berlayar pukul 08.00 WIB dan pukul 11.00 WIB dari Banda Aceh, pukul 08.00 WIB dan pukul 14.30 WIB dari Sabang.

Sehari sebelumnya, kata Rusmansyah, KMP Tanjung Burang juga berhenti berlayar pada trip terakhir dari Sabang. Bahkan saat itu kapal sudah berlayar beberapa mil dari Balohan. Namun karena dihadang oleh gelombang tinggi, kapal terpaksa berputar arah dan kembali ke Balohan.

KMP Papuyu yang melayani Pelabuhan Ulee Lheue-Lamteng, Pulo Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, juga sudah dua hari berhenti berlayar. Penyebabnya juga karena gelombang tinggi. Apalagi kapal yang memiliki kapasitas sekitar delapan unit mobil itu berkonstruksi rendah, sehingga sangat beresiko terhadap keselamatan jika dipaksa berlayar.

Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue, Rusmansyah, menambahkan, saat ini terdapat sekitar 30-an mobil yang tertahan di Pelabuhan Ulee Lheue. Sebagian besar merupakan truk pengangkut material atau peralatan bangunan.

Penyebab penumpukan itu karena ada jadwal penyeberangan kapal yang dihentikan karena cuaca buruk, kemudian pelayaran Banda Aceh-Sabang hanya dilayani KMP Tanjung Burang. Sementara KMP BRR masih doking di Belawan, Sumatera Utara. Ditambah lagi kapasitas mobil untuk MP Tanjung Burang lebih kecil.

Namun, lanjut Rusmansyah, meskipun ada penumpukan, pihak otoritas pelabuhan tetap memprioritaskan penyeberangan untuk mobil pengangkut sembako dan sayur-sayuran. Karena hal itu menyangkut kebutuhan warga Sabang.

“Kita tetap prioritaskan truk pengangkut sembako dan sayur-sayuran, karena itu menyangkut kebutuhan orang banyak. Sedangkan truk pengangkut material kita batasi dua truk dalam sekali penyeberangan,” pungkas Rusmansyah.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved