Suriah

Tiga Faksi Militer di Suriah Sepakat Satukan 100 Ribu Tentara untuk Melawan Rezim Assad

Ini merupakan kekuatan militer oposisi terbesar terhadap rezim Assad di pusat Hama dan wilayah barat laut Idlib, Suriah.

Tiga Faksi Militer di Suriah Sepakat Satukan 100 Ribu Tentara untuk Melawan Rezim Assad
AFP/LOUAI BESHARA
Warga Suriah mengendari sepeda motor melintasi kawasan yang rusak di kota Douma, Senin (16/4/2018).(AFP/LOUAI BESHARA) 

SERAMBINEWS.COM, IDLIB - Tiga faksi militer di Suriah sepakat menyatukan 100.000 pasukan untuk membentuk kekuatan tempur bersama melawan rezim Bashar Al-Assad.

Sumber di oposisi Suriah, Rabu (1/8/2018) menyebutkan, ini merupakan kekuatan militer oposisi terbesar terhadap rezim Assad di pusat Hama dan wilayah barat laut Idlib, Suriah.

Sumber itu menyebutkan, the Syrian Liberation Front (Front Pembebasan Suriah) dan the Suqour al-Sham Brigades (Brigade Suqour al-Sham) sepakat bergabung dengan the National Front for the Liberation of Syria (Front Nasional untuk Pembebasan Suriah) yang berafiliasi dengan the Free Syria Army (FSA) atau Tentara Suriah Merdeka.

(Baca: Mencerminkan Perang AS-Iran, Ternyata Konflik Suriah Jadi Ajang Uji Coba Senjata Baru Israel)

(Baca: Usai Dipastikan Menang Pemilu, Erdogan Temui Pendukung dan Berjanji Bakal Membebaskan Suriah)

Sumber-sumber mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pengembangan ditujukan untuk penyatuan faksi-faksi perlawanan dalam satu entitas.

Front Nasional Pembebasan akan terus beroperasi di bawah Fadlallah al-Haji.

Suriah telah terkepung dalam perang sipil yang ganas sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak keras protes pro-demokrasi dengan keganasan yang tidak terduga.

Hal ini menyebabkan konflik militer antara kelompok oposisi Suriah dan rezim Assad atas wilayah negara yang dilanda perang.

Iran telah mendukung rezim Assad selama perang, sementara Rusia melakukan intervensi pada September 2015.

Iring-iringan truk yang mengangkut seribu ton beras bantuan Indonesia yang digalang ACT, memasuki wilayah Suriah.
Iring-iringan truk yang mengangkut seribu ton beras bantuan Indonesia yang digalang ACT, memasuki wilayah Suriah. (IST)

(Baca: Ketika 40 Pasukan Komando Amerika Serikat Melawan Serbuan 500 Tentara Bayaran Rusia di Suriah)

(Baca: Tiba di Suriah, 1.000 Ton Beras Aceh Langsung Dibagikan kepada 35 Ribu Keluarga)

Pembicaraan damai diluncurkan di Jenewa pada tahun 2012 yang bertujuan untuk menemukan solusi politik bagi konflik sementara pembicaraan Astana, dimulai pada 2017 membahas gencatan senjata yang telah rapuh sejauh ini.

Ratusan ribu warga sipil telah tewas dalam konflik terutama oleh serangan udara rezim yang menargetkan daerah-daerah yang dikuasai oposisi sementara jutaan lainnya mengungsi.

Selama konflik, banyak pihak internasional menuduh rezim Assad menargetkan warga sipil Suriah dengan senjata kimia.(Anadolu Agency)

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved