Lantaran Nyaleg, Enam Jabatan Keuchik di Abdya Kosong, Tuha Peut Diminta Segera Ajukan Calon Pj

Mereka mundur dari jabatan aparatur gampong karena mendaftar sebagai bacaleg untuk DPRK Abdya dan DPRA Aceh.

Lantaran Nyaleg, Enam Jabatan Keuchik di Abdya Kosong, Tuha Peut Diminta Segera Ajukan Calon Pj
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Sekitar 374 bakal calon legisllatif (bacaleg) DPRK Abdya dari 17 parpol, mengikuti uji baca Alquran yang dilaksanakan KIP setempat selama dua hari, berakhir Rabu (25/7/2018) sore. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Enam  keuchik/kepala desa di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mundur dari jabatan. Penyebabnya, mereka nekat maju sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) dalam Pileg 2019 mendatang.

Dampaknya, enam jabatan aparatur desa itu terjadi kekosongan sehingga bila tidak segera diisi maka akan mengganggu kegiatan pemerintahan desa, terutama pengelolaan anggaran desa tahun 2018 tahap I yang sudah cair.

Asisten Pemerintahan pada Sekdakab Abdya, Amrizal SSos dihubungi Serambinews.com, Jumat (3/8/2018) membenarkan, enam keuchik sudah mengajukan surat mundur dari jabatan yang disampaikan kepada Bupati Abdya.

Baca: Maju Berebut Kursi Legislatif, Sudah Enam Kades di Abdya Nyatakan Mundur

Mereka mundur dari jabatan aparatur gampong karena mendaftar sebagai bacaleg untuk DPRK Abdya dan DPRA Aceh.

Mereka adalah Yulizar mundur dari Keuchik Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, Tgk Lukman mundur dari Keuchik Gampong Kuta Jeumpa, Kecamatan Jeumpa, Fajri mundur dari Keuchik Gampong Ladang Tuha I, Kecamatan Lembah Sabil.

Marta Dinata mundur dari Keuchik Gampong Blang Padang, Kecamatan Tangan-Tangan, Amnasir mundur dari Pj Keuchik Drien Beurembang, Kecamatan Kuala Batee dan M Najib mundur dari jabatan Keuchik Gampong Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie.

Selain itu, satu Imum Mukim juga mundur karena maju sebagai bacaleg DPRK, yaitu Naswati Darma mundur dari jabatan Imum Mukim Ayah Gadeng, Kecamatan Manggeng.

Baca: Minat Aparatur Gampong di Abdya Jadi Anggota Legislatif Tinggi, Sudah Tiga Keuchik Mengundurkan Diri

Dari enam keuchik yang mundur, M Najib mengajukan surat mundur karena maju sebagai bacaleg untuk DPRA Aceh, lima lainnya mundur karena maju sebagai bacaleg DPRK Abdya.

“Itu berarti, enam jabatan kepala desa terjadi kekosongan sehingga harus segera diisi sehingga pemerintahan desa tak terkendala,” kata Amirizal.

Karenanya, Asisten Pemerintah Abdya itu minta tuha peut setempat agar segera mengajukan nama-nama calon pejabat (pj) keuchik kepada Bupati Abdya dengan surat pengantar dari camat masing-masing.

Nama-nama calon pj keuchik mendesak diajukan kepada Bupati untuk dikaluarkan SK pengangkatan sehingga mengganggu roda pemerintahan gampong, termasuk pengelolaan anggaran desa 2018.

Sebab, keuchik yang sudah mengajukan surat mundur, maka Bupati mengeluarkan SK pemberhentian dari jabatan keuchik, kemudian mengeluarkan SK pengangkatan Pj keuchik sehingga kegiatan pemerintahan desa/gampong tetap berjalan lancar. (*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help