Presiden belum Pasti Datang Buka PKA 7

Pemerintah Aceh hingga Jumat (3/8) kemarin belum bisa memastikan apakah Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo

Presiden belum Pasti Datang Buka PKA 7
Kebudayaan Aceh VII (PKA VII)

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh hingga Jumat (3/8) kemarin belum bisa memastikan apakah Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo, akan datang ke Aceh untuk membuka Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII atau tidak. Sebagaiman dijadwalkan, perhelatan kebudayaan paling akbar di Aceh itu akan dibuka oleh orang nomor satu di republik ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Rahmad Raden saat dikonfirmasi Serambi terkait kepastian akan datangnya Presiden Jokowi untuk membuka PKA ke-7 yang dipusatkan di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (5/8) malam.

“Kami masih menunggu kepastian, tapi sampai hari ini (kemarin-red) belum ada jawaban dari istana. Secara lisan mereka menyampaikan, sepertinya Pak Presiden ada jadwal pada tanggal 5 itu. Itu info kita dapat dari aspri, paspampres, dan juga pihak protokoler,” kata Rahmad.

Pemerintah Aceh, katanya, masih terus menunggu kepastian dari istana terkait siapa yang akan datang, apakah tetap presiden ataupun akan diwakili oleh wakil presiden atau bisa jadi kepada menteri. “Kepada saya tidak dibilang bahwa Pak Presiden tidak jadi datang ya, tapi ini belum ada jawaban pasti, kita masih menunggu,” katanya.

Dijadwalkan, PKA VII akan dibuka oleh Presiden Jokowi di Stadion Harapan Bangsa pada malam besok. Berbagai persiapan telah dilakukan panitia, termasuk penampilan spektakuler tari massal oleh 1.100 penari dengan tema ‘Aceh Lhee Sagoe’. Juga akan ada video mapping yang akan memanifestasikan perjalanan Aceh melalui visual yang fantastis.

Pantauan Serambi di Stadion Lhong Raya, Jumat (3/8), para panitia terus melakukan berbagai persiapan. Sementara ribuan penari massal melakukan persiapan termasuk gladi. Rahmad mengatakan, meski belum ada kepastian terkait kedatangan presiden namun pihaknya tetap mempersiapkan penyambutan RI 1.

“Kita tetap mempersiapkan segala sesuatu sesuatu sesuai dengan prosedur kedatangan RI 1.Jika memang nanti berubah, ya tidak apa-apa,” katanya.

Plt Gubernur Aceh sendiri, menurut Rahmad, juga terus membangun komunikasi dengan pusat. Pemerintah Aceh berharap, kegiatan PKA kali ini bisa dibuka oleh presiden. “Bisa jadi ini keputusannya last minute, jadi ya kita tunggu saja. Biasanya, jika acaranya Minggu, dua hari sebelum itu tim dari pusat sudah datang untuk memastikan semua rangkaian, termasuk geladi, tapi ini belum,” pungkas Rahmad. (dan)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved