Aceh Tenggara Kekurangan Dai Perbatasan, Permintaan Meningkat, Begini Kata Sulaiman Abda

"Agara kekurangan dai, khususnya di Kecamatan Leuser dai hanya tiga orang, sementara permintaan dari Agara banyak,"

Aceh Tenggara Kekurangan Dai Perbatasan, Permintaan Meningkat, Begini Kata Sulaiman Abda
DOK.DPRA
Sulaiman Abda 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Aceh Tenggara (Agara) kekurangan dai perbatasan dari Dinas Syariat Islam Aceh.

Akibatnya, kinerja dai perbatasan tak maksimal dalam memberantas buta aksara quran dan penegakan syariat Islam serta pencegahan pendangkalan aqidah.

"Agara kekurangan dai, khususnya di Kecamatan Leuser dai hanya tiga orang, sementara permintaan dari Agara banyak," ujar Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr Emk Alidar kepada Serambinews.com, Selasa (7/8/2018).

Baca: Dai Perbatasan Harus Didukung, bukan Dikecam

Menurut dia, di Agara jumlah dai hanya 40 orang, ini tak maksimal apalagi dai perbatasan harus menjadi tembok pencegahan pendangkakan aqidah.

Ditambahnya, semua dai perbatasan yang ada yakni 200 orang dan harus ditambahkan menjadi 300 dai yang ditempatkan di enam kabupaten.

Baca: Dakwah Dai Perbatasan belum Berhasil

Terkait hal itu, Wakil Ketua I DPRA dari Partai Golkar, Drs H Sulaiman Abda MSi, mengatakan, dai-dai di daerah perbatasan sangat perlu ditambah untuk mengoptimalkan kinerja memberantas buta aksara quran dan menegakan syariat Islam.

Baca: Hasil Penelitian: Dai Perbatasan tidak Inovatif Dakwah belum Berhasil

Apalagi Aceh diberlakukan qanun Syariat Islam.

"Jadi, pimpinan DPRA sangat setuju apalagi kita memikirkan ini usulan dari masyarakat di daerah itu untuk dilakukan penambahan dai-dai perbatasan bukan hanya di Agara, Singkil, Subulussalam, Simeulue, Aceh Selatan dan Aceh Tamiang," kata Sulaiman Abda. (*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help