Ini Tanggapan Unsyiah Terkait Tuntutan Mahasiswa S2 Soal Uang SPP

Pimpinan universitas ragu dengan aspirasi yang dibawa mahasiswa ke Ombudsman, apakah memang mewakili keseluruhan mahasiswa S2 Unsyiah atau bukan.

Ini Tanggapan Unsyiah Terkait Tuntutan Mahasiswa S2 Soal Uang SPP
Logo Unsyiah 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Menanggapi laporan puluhan mahasiswa S2 ke Ombudsman terkait uang SPP yang memberatkan, pimpinan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) angkat bicara.

Kabag Humas Unsyiah, Husni Friady ST yang dikonfirmasi Serambinews.com, Rabu (15/8/208) mengatakan bahwa saat ini Rektor sedang berada di luar negeri.

Namun para pimpinan Unsyiah sudah menggelar rapat membahas masalah itu, Rabu (15/8/2018)  kemarin dan menghasilkan tiga kesimpulan.

Pertama, kata Husni, rektor dalam mengambil kebijakan yang dituangkan dalam Keputusan Rektor yang didasari oleh masukan dari prodi-prodi S2 yang ada.

Baca: Perubahan Uang SPP Dinilai Memberatkan, Mahasiswa S2 Laporkan Unsyiah ke Ombudsman

"Jadi kalau ada tuntutan mahasiswa Pascasarjana yang merasa diberatkan dengan kebijakan tersebut, tentu hal ini tidak dapat dilakukan dengan serta merta. Artinya pimpinan universitas harus melakukan pertemuan lagi dengan pihak prodi," ujarnya.

Kedua, terkait permintaan dihapuskannya biaya tesis, hal itu tidak mungkin dilakukan secara sepihak oleh universitas.

Hal itu karena pada setiap pengumuman penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana, universitas melalui prodi telah menginformasikan komponen-komponen biaya yang harus dipenuhi oleh seorang mahasiswa bila nanti dinyatakan lulus.

Baca: Bahaya ‘Blue Light’ Ponsel yang Bisa Sebabkan Kebutaan, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Terakhir, kata Husni, pimpinan universitas juga ragu dengan aspirasi yang dibawa mahasiswa ke Ombudsman itu, apakah memang mewakili keseluruhan mahasiswa S2 Unsyiah atau bukan.

"Apa benar membawa aspirasi seluruh mahasiswa Pascasarjana, atau jangan-jangan hal tersebut hanya dilakukan oleh segelintir mahasiswa S2 saja," pungkasnya.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help