Nyabu, Mantan Ketua KIP Divonis 8 Bulan Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe menvonis mantan Ketua Komisi Independen Pemilihan

Nyabu, Mantan Ketua KIP Divonis 8 Bulan Penjara
IST
Barang bukti yang disita polisi saat menangkap Ketua KIP Lhokseumawe, Syahrir M Daud. 

LHOKSEUMAWE - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe menvonis mantan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Lhokseumawe, Syahrir M Daud, dengan hukuman delapan bulan kurungan penjara dalam sidang pamungkas, Selasa (14/8).

Pria yang akrab disapa Tgk Matang ini dinyatakan terbukti mengkonsumsi sabu-sabu saat ditangkap pihak kepolisian pada Jumat 30 Maret 2018 lalu. Dia diciduk di kantor KIP Lhokseumawe, Jalan Antara, Kampung Jawa Baru, Kecamatan Banda Sakti.

Saat ditangkap, petugas juga menyita beberapa barang bukti seperti satu kaca pireks berisi sabu 1,34 gram, satu alat isap (bong), satu handphone merek Nokia, satu plastik, dan dua kaca pireks lainnya, satu sumbu, dan dua sendok pipet.

Setelah proses penyelidikan, maka kasus ini terus bergulir dari polisi ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, dan selanjutnya ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe. Sidang perdana digelar 21 Juni 2018, dan setelah beberapa kali persidangan, tepatnya 26 Juli 2018, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Syahrir M Daud dengan hukuman satu tahun penjara.

Untuk sidang pamungkas atau sidang yang ke tujuh kalinya, tetap dipimpin hakim ketua Teuku Syarafi, didampingi hakim anggota Mukhtar dan Mukhtari, serta panitera pengganti Kasihani.

Saat sidang dimulai, majelis hakim langsung membacakan amar putusan. Dimana diuraikan berbagai hasil persidangan sebelumnya, sehingga yang menjadi pertimbangan hakim untuk memberatkan terdakwa, perbuatannya tidak mendukung usaha pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

Sedangkan yang meringankan, terdakwa mengakui terus terang dalam pemeriksaan di persidangan, dan belum pernah dihukum. Lalu, terdakwa masih ada tanggungan keluarga istri dan anak-anak, berlaku sopan dan menyesali perbuatannya, serta berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut.

Didasari berbagai pertimbangan tersebut, maka hakim menghukum delapan bulan penjara untuk Syahrir M Daud. Selanjutnya, hakim menanyakan tanggapan terkait putusan tersebut kepada terdakwa, Syahrir M Daud menerima putusan tersebut. Sedangkan JPU, Agussalim, menyatakan pikir-pikir. Setelah itu, hakim pun menutup sidang.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help