Bekraf Danai ‘Bank Sampah’ Pemuda Seunuddon

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia melalui Deputi Akses Permodalan mendanai usaha ‘Bank Sampah Pelangi’

Bekraf Danai ‘Bank Sampah’ Pemuda Seunuddon
PEMILIK Bank Sampah Pelangi di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Mustafa Kamal (kiri) menandatangani kontrak penerimaan bantuan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia di Jakarta, Kamis (24/8). 

LHOKSUKON - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia melalui Deputi Akses Permodalan mendanai usaha ‘Bank Sampah Pelangi’ milik Mustafa Kamal, pemuda asal Desa Matang Karieng, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara dengan jumlah bantuan Rp 99,4 juta. Hal itu tertuang dalam

naskah kerja sama Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) yang diteken Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Deputi Akses Pemodalan, Dedy Andriansyah dengan Direktur CV Pelangi Shop Aceh, Mustafa Kamal, Kamis (24/8), di Jakarta.

“Kerja sama ini berawal dari sosialisasi Bekraf tahun lalu melalui media sosial yang diberi nama ‘Kompetisi BIP’. Kemudian saya mencoba mengikutinya dengan melengkapi semua persyaratan yang diminta. Informasi yang saya terima, ada 15.000 peserta yang mengikuti kompetisi itu dari seluruh Indonesia,” ujar Mustafa Kamal kepada Serambi, kemarin.

Disebutkan dia, setelah seleksi administrasi, yang berhasil lolos 150 orang. Tahapan selanjutnya wawancara dan presentasi usaha dan presentasi kelanjutan bisnis, sehingga yang berhasil lolos sebanyak 58 orang. “Mereka inilah termasuk saya dengan kategori usaha kriya yang dipanggil Bekraf untuk menerima bantuan dan sekaligus kerja sama,” ucap Kamal.

Dibeberkannya, dia sudah lama membangun usaha bank sampah anorganik, seperti botol air mineral untuk menghasilkan barang kerajinan tangan semisal pot bunga, keranjang, dan tas, serta juga botol produk untuk usaha sabun cair ‘Rhah Pingan’.

“Bantuan modal usaha tersebut diberikan untuk memperoleh bahan baku. Kita dalam waktu dekat ini membutuhkan 10 ton sampah anorganik. Untuk mendapatkannya, saya sudah menyurati keuchik di Kecamatan Seunuddon dan sudah merekrut tenaga kerja baru untuk mengumpulkan sampah,” ulasnya.

Nantinya tenaga kerja baru tersebut akan mengelilingi Kecamatan Seunuddon untuk mengumpulkan sampah, sehingga masyarakat yang sudah memiliki sampah bisa mendapatkan uang. Program pengumpulan sampah anorganik ini akan diperluas ke kecamatan lain. “Ke depan sudah diprogramkan untuk mengumpulkan sampah organik yang akan kita manfaatkan menjadi pupuk organik,” pungkas Mustafa Kamal.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved