Karyawan PT Seumadam Demo ke Kantor Bupati

Ratusan karyawan perusahaan perkebunan PT Semadam yang tergabung dalam Pimpinan Unit Kerja Serikat

Karyawan PT Seumadam Demo ke Kantor Bupati
BUPATI Aceh Tamiang, Mursil menjumpai pendemo para pekerja PT Semadam, memberikan solusi penyelesaian terhadap tuntutan pekerja dengan menjumlahkan langsung perwakilan pekerja dengan pemilik perusahaan. Senin (27/8) 

KUALASIMPANG – Ratusan karyawan perusahaan perkebunan PT Semadam yang tergabung dalam Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPPP-SPSI), Senin (27/8), berunjuk rasa ke Kantor Bupati Aceh Tamiang menuntut agar perusahaan tersebut menerima kembali dua rekan mereka yang dipecat karena pemecatan itu tidak sesuai aturan.

Unjuk rasa ini menyambung aksi mogok kerja yang sudah mereka lakukan sejak seminggu lalu. Karena aksi tersebut ternyata tak digubris pihak perusahaan.

Amatan Serambi, para pengunjuk rasa ini berangkat dari Kampong Semadam menuju Kantor Bupati Aceh Tamiang menggunakan kendaraan roda dua dan tiba di Kantor Bupati Aceh Tamiang pukul 09.30 WIB. Mereka pun kemudian melakukan orasi di depan pintu masuk kantor bupati dengan pengawalan ketat aparat Polres Aceh Tamiang.

Koordinator aksi yang juga Ketua PUK SPPP-SPSI, Asri Mansyur, dalam orasinya mengatakan, pihaknya datang ke Kantor Bupati untuk mengadukan persoalan ketenagakerjaan yang terjadi di perusahaan itu, dimana PT Seumadam dinilai telah mengabaikan hak-hak pekerja. Khususnya terhadap nasib dua pekerja PT Seumadam yang dipecat denan sewenang-wenang oleh pihak perusahaan. “Atas pemecatan yang tidak sesuai aturan ini, kami mendesak perusahaan untuk menerima kembali dua pekerja yang di-PHK tersebut,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi yang disampikan pendemo, Bupati Aceh Tamiang, Mursil berjanji untuk memfasilitasi pertemuan kedua pihak guna menyelesaikan persoalan secara musyawarah. “Saya akan mediasi masalah ini,” ujarnya.

Kemudian Bupati pun langsung menelpon pemilik perusahaan PT Semadam, untuk memastikan pemilik perusahaan hadir dalam mediasi yang akan dilakukan Selasa (28/8) siang. Setelah mendapatkan kepastian tersebut massa pun membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawalan polisi.

Para pekerja di PT Seumadam yang melakukan unjuk rasa kemarin, juga mengungkapkan bahwa pihak perusahaan tersebut selama ini dinilai banyak menzalimi pekerja.

Menurut Ketua PUK SPPP-SPSI, Asri Mansyur, selama ini perusahaan tersebut sering mengabaikan hak-hak pekerja yang sudah diatur undang-undang. Sementara, pengawasan terhadap perusahaan yang menjadi tanggung jawab pemerintah, sangat lemah. Sehingga pelanggaran demi pelanggaran atas hak pekerja terus saja terjadi.

Ia pun menyayangkan sikap bupati yang lebih membela pihak perusahaan yang melakukan pelanggaran ketenagakerjaan, dari pada membela hak pekerja yang jelas-jelas merupakan warga Aceh Tamiang yang mengangkat bupati sebagai kepala daerah melalui Pilkada.

Terkait pemecatan pekerja atas nama Asri Mansyur, para pengunjuk rasa menilai tindakan itu sangat tidak beralasan. Karena pemecatan bukan disebabkan pelanggaran berat yang dilakukan pekerja. Melainkan lebih kepada bentuk intervensi, karena pekerja yang dipecat merupakan Ketua PUK SPPP-SPSI PT Semadam yang aktif mengadvokasi para pekerja yang menjadi korban kezaliman pihak perusahaan.

Terkait hal ini, pihak PT Semadam dinilai melakukan pelanggaran UU Nomor 21/2000 tentang Serikat Pekerja khususnya pasal 28 yang berbunyi; Siapapun dilarang menghalang-halangi atau memaksa pekerja/buruh untuk membentuk atau tidak membentuk, menjadi pengurus atau tidak menjadi pengurus, menjalankan atau tidak menjalankan kegiatan serikat pekerja/serikat buruh.(md)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved