Polisi Periksa Dua Kepala Sekolah

Penyidik Polres Aceh Barat terus mengembangkan pemeriksaan terhadap orang-orang yang diduga terkait

Polisi Periksa Dua Kepala Sekolah

* Terkait OTT Pungli di Aceh Barat

MEULABOH - Penyidik Polres Aceh Barat terus mengembangkan pemeriksaan terhadap orang-orang yang diduga terkait dugaan pungli dana alokasi khusus (DAK) 2018 yang telah menyeret lima tersangka. Pada Senin (27/8) polisi memeriksa dua kepala sekolah di Meulaboh, yaitu Kepala SDN 22 dan SDN 23. Sedangkan pemeriksaan Kadis Pendidikan Aceh Barat yang dijadwalkan Senin kemarin masih ditunda.

Informasi diperoleh Serambi, pada Senin kemarin, polisi memeriksa dua kepala sekolah di Meulabih, yaitu Kepala SDN 22 dan SDN 23. Kedua sekolah tersebut termasuk dalam kelompok 21 sekolah yang menerima dana DAK 2018 yang kini bermasalah dengan jumlah total anggaran Rp 3,9 miliar.

Sedangkan pemeriksaan Kadis Pendidikan Aceh Barat, Bismi SPd yang sebelumnya dijadwalkan Senin (27/8), menurut informasi diundur pemeriksaannya. Namun Serambi belum mendapatkan konfirmasi dari Kapolres Aceh Barat menyangkut alasan pengunduran itu.

Pemeriksaan Kepala SDN 22 dan SDN 23 berlangsung di Ruang Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Aceh Barat. Kedua kepala sekolah itu masih dimintai keterangan sebagai saksi. Turut pula dihadirkan tersangka dalam proses pemeriksaan tersebut. Fokus pemeriksaan antara lain untuk mengetahui aliran dari hasil pungli atau fee proyek DAK tersebut.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa yang coba ditanyai tentang perkembangan pemeriksaan kasus pungli tersebut belum memberikan konfirmasi.

Seperti diberitakan, Polres Aceh Barat menetapkan seorang pejabat Disdik Aceh Barat bersama seorang kepala sekolah, satu Kepala SKB, seorang tenaga honorer, dan seorang rekanan sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dugaan pungutan liar (pungli). Kelimanya dibekuk oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Aceh Barat pada Senin (20/8) sore. Tim juga menyita uang sebagai barang bukti (BB) dari tangan tersangka sebesar Rp 157,6 juta.

Kelima orang yang sudah berstatus tersangka itu adalah Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdik Aceh Barat berinisial MN (47), MB (4) honorer Disdik Aceh Barat, ZL (49) kontraktor, Kepala SD Ranto Panjang berinisial II, dan AL (38) berjabatan sebagai Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Aceh Barat. Kelimanya sudah dijebloskan ke sel Mapolres Aceh Barat.

Pejabat dari Disdik Aceh Barat itu ditangkap setelah polisi mendapat laporan tentang adanya praktik pungli dan tindak pidana korupsi proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 yang bersumber dari Pemerintah Pusat untuk pengadaan barang-barang pada 21 sekolah di Aceh Barat. Polisi berhasil membekuk pelaku ketika sedang melakukan penyerahan uang di musalla sebuah bank di Meulaboh.

Polisi juga telah memeriksa Sekretaris Disdik Drs Sabirin dan Kabid Program-nya, Adhari SE sebagai saksi. MB yang merupakan rekanan terjaring OTT ternyata pernah tersangkut kasus korupsi proyek irigasi Jeuram dengan sumber dana APBA pada 2012 lalu.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help