Ternak Berkeliaran Bebas Ditangkap

Warga di dua desa dalam wilayah Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Rabu (29/8), berhasil menangkap

Ternak Berkeliaran Bebas Ditangkap
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Kawanan ternak jenis sapi berkeliaran di ruas jalan Banda Aceh Medan persisnya di kawasan Bambi, Kecamatan Peukan Baro, Pidie 

* Pemilik Wajib Bayar Denda
* Implementasi Qanun Gampong

LHOKSEUMAWE - Warga di dua desa dalam wilayah Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Rabu (29/8), berhasil menangkap tujuh ekor lembu yang berkeliaran bebas tanpa penjagaan pemiliknya. Sesuai ketentuan qanun gampong tentang penertiban ternak yang berlaku di kecamatan tersebut, pemilik lembu yang ditangkap itu wajib membayar denda.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kapolsek Meurah Mulia, Iptu Boestani SH MH, kemarin, menjelaskan, qanun desa untuk penertiban ternak yang berlaku di 50 gampong dalam wilayah hukumnya itu kini terus berjalan. Sehingga bila ditemukan ternak berkeliaran langsung ditangkap, untuk selanjutnya diproses sesuai qanun yang berlaku. “Terakhir kemarin sore, warga berhasil menangkap tujuh ekor lembu. Empat ekor di Desa Pulo Blang dan tiga ekor lainnya di Desa Beuringen,” ujarnya, kemarin.

Usai menangkap ternak itu, beber dia, warga kemudian langsung berkoordinasi dengan Polsek Meurah Mulia. “Selanjutnya, tim kami turun ke desa tersebut. Lalu memanggil pemilik ternak dan warga yang menangkap, serta tim penyelesaian. Kemudian melakukan pertemuan di kantor keuchik untuk proses pembayaran denda,” jelasnya.

Denda yang dibayar sesuai qanun desa atau gampong, sebut Kapolsek, untuk satu ekor lembu, pemiliknya harus membayar denda sebesar Rp 150 ribu. “Denda untuk tujuh ekor lembu tersebut telah dibayarkan oleh pemiliknya. Uangnya juga sudah disetorkan oleh Babinkamtibmas ke rekening ternak desa masing-masing. Di mana uang itu nantinya akan digunakan untuk kegiatan keagamaan dan sosial,” ucapnya.

Iptu Boestani menguraikan, qanun gampong tentang penertiban ternak itu dasarnya dibuat atas kondisi dulunya sangat banyak ternak berkeliaran di Meurah Mulia. Sehingga sangat meresahkan petani dan juga pengguna jalan. “Didasari kondisi tersebut, maka warga di 50 gampong sepakat membuat qanun ternak tersebut. Qanun pun sudah berjalan sejak Januari 2018 lalu,” tukasnya.

Pada bagian lain, Kapolsek Meurah Mulia, Iptu Boestani SH MH mengungkapkan, sejak qanun gampong tentang penertiban ternak itu berlaku, jumlah ternak yang berkeliaran di Kecamatan Meurah Mulia terus berkurang dari hari ke hari. Dia berharap, penerapan qanun tersebut bisa membuat jera para pemilik ternak, sehingga ke depan kawasan itu bebas dari ternak yang berkeliaran bebas.

“Dengan berlakunya qanun gampong soal ternak ini, kita harapkan tidak lama lagi kawasan Meurah Mulia benar-benar bebas dari ternak yang berkeliaran,” demikian Iptu Boestani.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help