Simpang Meunasah Gadong dan Komes Rawan Kecelakaan

Jalan Bireuen-Takengon, tepatnya di Simpang Meunasah Gadong dan Simpang Komes, Kecamatan Kota Juang, rawan terjadi kecelakaan

Simpang Meunasah Gadong dan Komes Rawan Kecelakaan
SERAMBI/FERIZAL HASAN
Lintas Nasional Bireuen-Takengon, tepatnya di Simpang Meunasah Gadong-Cot Meurak, Juli, Bireuen, sangat rawan kecelakaan. Pasalnya, kawasan itu kini menjadi jalur bagi truk keluar masuk Pasar Induk Cureh. Foto diambil Jumat (31/8). SERAMBI/FERIZAL HASAN 

BIREUEN - Jalan Bireuen-Takengon, tepatnya di Simpang Meunasah Gadong dan Simpang Komes, Kecamatan Kota Juang, rawan terjadi kecelakaan. Penyebabnya, di dua simpang tersebut belum ada rambu-rambu lalu lintas.

Warga Meunasah Gadong dan warga Dusun Komes, Desa Capa Utara, Kota Juang kepada Serambi, Kamis (30/8), mengatakan, Simpang Meunasah Gadong dan Komes, setiap saat ramai dilalui kendaraan. Namun ironisnya, di perempatan ruas jalan nasional itu, belum ada rambu-rambu lalu lintas, sehingga sering terjadi kecelakaan di kedua perempatan tersebut.

“Hampir setiap hari ada saja kecelakaan ringan di Simpang Komes, tepatnya depan warkop 88. Karena perempatan jalan itu sempit dan sering dijadikan jalan pintas bagi sopir mobil penumpang umum jenis L-300 yang keluar masuk terminal,” kata Joni, warga setempat.

Joni menekankan, di Simpang Komes itu sudah seharusnya dipasang rambu-rambu lalulintas dan jalannya juga harus segera diperlebar. “Karena kawasan tersebut sangat padat kendaraan, apalagi itu jalan nasional. Sebab itu, kami berharap di Simpang Komes ini segera dipasang rambu-rambu lalu lintas, guna mencegah kecelakaan yang sering terjadi di kawasan itu,” harapnya.

Kondisi yang sama juga terjadi di Simpang Meunasah Gadong. Kawasan tersebut juga sangat sering terjadi kecelakaan, meski sebenarnya di tempat itu sudah ada rambu-rambu lalu lintas. “Kita memohon kepada setiap pengendara kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun pengemudi mobil, untuk mengurangi lalu kecepatan kendaraannya saat melintas di Simpang Meunasah Gadong,” ucap Razali, warga setempat.(c38)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved