Angka Kemiskinan di Agara Meningkat 0,4 Persen, Ini Pernyataan LSM LIRA dan Satyapila

Angka kemiskinan di Aceh Tenggara pada tahun 2016 mencapai 14,46 persen dan pada tahun 2017 naik menjadi 14,86 persen.

Angka Kemiskinan di Agara Meningkat 0,4 Persen, Ini Pernyataan LSM LIRA dan Satyapila
SERAMBINEWS.COM

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Meski pemerintah pusat mengalokasikan dana desa sejak tahun 2015 untuk mensejahterakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, namun angka kemiskinan di Aceh Tenggara tahun 2018 meningkat 0,4 persen dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) RI Tahun 2018, angka kemiskinan di Aceh Tenggara pada tahun 2016 mencapai 14,46 persen dan pada tahun 2017 naik menjadi 14,86 persen.

Terkait data tersebut, Ketua LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh Tenggara, M Saleh Selian kepada Serambinews.com, Minggu (2/9/2018) menyatakan prihatin terhadap angka kemiskinan tersebut.

Sebab, dana desa yang dialokasikan untuk 385 desa di 16 kecamatan di Aceh Tenggara mencapai miliaran rupiah per tahun.

Ia menilai, meningkatnya angka kemiskinan di Aceh Tenggara karena dana desa belum benar-benar dirasakan oleh masyarakat miskin.

Kisah Keluarga Miskin tak Punya Rumah, Kakak Adik Tinggal di Kandang Kerbau di Tengah Hutan

"Kami menilai program dana desa di APBDes kurang menyentuh masyarakat khususnya ekonomi lemah dan ini terjadi akibat lemahnya pengawasan di lapangan sehingga dana desa programnya tidak menyentuh sasaran seperti yang dicanangkan oleh Presiden," katanya.

Pernyataan senada disampaikan Pembina LSM Satyapila Agara, Dr Nasrulzaman.

Menurut dia, angka kemiskinan ini ke depan harus bisa diturunkan oleh Raidin Pinim dan Bukhari sebagai bupati dan wakil bupati.

Ia mengatakan, angka kemiskinan dapat diturunkan jika program dari daerah di APBK telah menyentuh masyarakat miskin khususnya di bidang perdagangan dan pemberian modal usaha.

13 Tahun Perdamaian, Politisi PKB: Warga Miskin Aceh belum Nikmati Keadilan Ekonomi

Ia berpendapat, ke depan dana desa harus diberikan untuk modal usaha masyarakat miskin dan untuk kerajinan atau keterampilan, sehingga bisa membuka lapangan kerja.

"Dana desa jangan hanya digunakan untuk kepentingan sekelompok orang, tapi untuk banyak orang. Insya Allah kalau APBK dan dana desa digunakan tepat sasaran, persentase kemiskinan di Agara bisa turunkan," kata Nasrulzaman.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved