Jamaah Haji Kerjakan Umrah Sunat

Saat ini jamaah haji dari berbagai penjuru dunia termasuk Aceh yang masih berada di Tanah Suci mengisi

Jamaah Haji Kerjakan Umrah Sunat
Zulkarnain Jalil

MEKKAH - Saat ini jamaah haji dari berbagai penjuru dunia termasuk Aceh yang masih berada di Tanah Suci mengisi waktunya dengan mengerjakan umrah sunat. Banyak di antara jamaah yang sudah mengerjakannya 2 sampai 3 kali. Untuk keperluan tersebut, jamaah haji umumnya mengambil miqat (tempat berniat) di Masjid Tan’in, Masjid Ja’rona, dan Masjid Hudaibiyah

“Untuk mengambil miqat ke tiga masjid tersebut, jamaah berangkat secara mandiri atau berkelompok dengan menyewa sarana transportasi setempat,” lapor wartawan Serambi, Zulkarnain Jalil, dari Kota Mekkah, Arab Saudi, tadi malam WIB. Menurut Zulkarnain, para jamaah umumnya meniatkan amalan umrah sunatnya untuk orang-orang tercinta yang sudah meninggal dunia.

Abdul Kadir Rahmadsyah (69) misalnya, jamaah Kloter 03-BTJ meniatkan umrah sunat untuk ayahnya yang sudah berpulang ke Rahmatullah. Ada juga yang meniatkan umrah sunat untuk anggota keluarganya yang sakit menahun namun tak kunjung sembuh. “Saya niatkan umrah ini untuk ibu saya yang sudah uzur dan sakit-sakitan,” ujar Zuraidah (65), jamaah lain dari kloter yang sama.

Zulkarnain juga melaporkan, Ketua Kloter 03-BTJ mengeluarkan maklumat agar jamaah mengurangi ziarah atau kunjungan yang tidak perlu kecuali yang hendak mengambil umrah sunat.

“Jadwal pemberangkatan ke Madinah sudah sangat dekat yaitu Jumat, 7 September 2018 pukul 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Karena itu, dimohon kepada semua jamaah 03-BTJ agar tidak lagi bepergian (berziarah) kecuali hanya dibolehkan bagi jamaah yang hendak mengambil umrah sunat,” jelas Zulkarnain melalui pesan WhatsApp (WA) mengutip maklumat Ketua Kloter tersebut.

Dalam maklumat itu, lanjut Zulkarnain, juga dijelaskan bahwa jika ada jamaah yang tetap nekad untuk berziarah, petugas kloter (TPHI, TPIHI, TKHI, dan TPHD) tak merekomendasinya dan tidak bertanggung jawab. Ditambahkan, jamaah Aceh akan bertolak ke Madinah mulai dari kloter 1 pada 5 September mendatang menggunakan jalur darat. “Tiap kloter didukung oleh sembilan bus lux,” ujarnya.

Hujan guyur Mekkah
Pada bagian lain, Zulkarnain melaporkan, Jumat (31/9) sore WAS atau tepatnya setelah shalat Ashar, Kota Mekkah diguyur hujan dengan intensitas lumayan lebat. Menurutnya, hujan adalah ‘barang mahal’ di Arab Saudi. Kabarnya, sambung Zulkarnain, dalam setahun mungkin hanya terjadi sepuluh kali hujan.

“Hujan sore kemarin (Jumat sore) mengguyur Kota Mekkah setelah kawasan itu dilanda cuaca panas menyengat yang mendera sejak beberapa waktu. Ini adalah rahmat dari Allah SWT yang tak terkira, khususnya bagi warga Kota Mekkah,” ungkapnya.

Hebatnya, tambah Zulkarnain, tidak ada genangan yang berarti di jalan maupun kawasan perumahan penduduk. “Padahal, di Kota Mekkah tidak ada got atau selokan. Sebab, sistem pengolahan air limbah semua menggunakan drainase bawah tanah,” pungkas Zulkarnain Jalil.(jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved